Artikel

Ber kuliner ria di tempat berkumpul para pesepeda

Sabtu, 25 Juli 2015 | 00:00:00

Di hari ulang tahun saya pada tanggal 25 Juli 2015 sekitar jam 5 pagi hari tadi gempa dengan kekuatan 5,7 skala richter di kedalaman 10 KM (111 km Tenggara Ciamis- jabar) sempat mengejutkan. Untunglah tidak terjadi suatu hal yang cukup serius.

Pagi ini sebagaimana aktifitas pengawet muda saya dikala liburan adalah bersepeda alias gowes. Tujuan semula adalah pergi ke jembatan Mbeling, sebuah jembatan lama dan langka di dunia karena hanya ada dua, akan tetapi karena suatu hal maka perjalanan saya alihkan ke sebuah tempat dimana tempat itu adalah tempat mangkal para pesepeda Jogja, bahkan pesepeda nasional dengan tujuan agar bisa bertemu teman teman setelah lama tidak berkumpul dan ngobrol bersama.

Karena hari ini saya memang berniat untuk menikmati perjalanan bersepeda saya dengan ritme yang benar benar #woles ,  setelah start dari kisaran Jl Mangkubumi sekitar jam 06.00 maka saya mulailah kayuhan pada speed antara 10 hingga 16 akan tetapi paling banyak adalah di angka 10 , kemudian turun ke angka 8 atau bahkan 7 … he he he … sangat “ngiplik” sekali ya … ?

Itupun saya timpali dengan sering berhenti di perjalanan beberapa kali baik sekedar untuk mengambil gambar gambar pemandangn sekitar, mengobrol dengan petani sambil mengambil dan mengembalikan nafas dan stamina saya agar perjalanan ini benar benar bias saya nikmati.

Oleh sebab itu untuk jarak yang skitar 17 KM perjalanan saya tersebut memakan waktu sekitar satu setengah jam …

Saya bersyukur, karena sebuah keberuntungan yang sering saya dapat disela usaha saya, kali ini juga saya dapat karena sesampai di tempat tujuan utama  masih banyak pesepeda yang mangkal secara bergerombol, sekitar 30 – 40 orang dan saya sempat bertemu dengan banyak kawan, baik kawan baru maupun kawan lama, bahkan kawan sekampung yang sejak kecil sering bermain bersama.

Banyak cerita yang saya dapat dari pertemuan satu kawan ke lain kawan tersebut …

Ah, tak ada anugrah terindah yang diberikan Tuhan selain pertemuan yang mebahagiakan seperti ini, pertemuan sesama kawan dengan kesamaan hobi yang membuat saya makin bersyukur yang mudah mudahan saja itu juga bisa membuat saya awet muda, panjang umur dan makin diperbanyak kawan dan saudara baru yang  dapat untuk bisa terus saling bersilaturahmi dan saling bertukar pengalaman serta kebahagiaan.

O ya, tempat mangkal atau bertemu para pesepeda tersebut bagi peng hobi sepeda tidaklah asing, yaitu Warung Ijo atau terkenal juga dengan sebuah singkatan Warjo; sebuah warung sederhana namun bisa memenuhi kebutuhan para pesepeda yang ingin beristirahat ataupun mengobrol setelah melakukan aktifitas bersepeda.

Warung Ijo yang berada di sebelah barat pasar pakem ini menyediakan menu tradisionil Jogja, baik makanan kecil maupun makan berupa nasi sayur dengan tarif yang tergolong sangat murah untuk ukuran kita.

 

Setelah beberapa saat beristirahat dan berbincang dari satu teman ke teman lain dan setelah beberapa dari mereka pulang satu persatu karena sudah cukup lama berada di Warjo, maka sayapun juga segera pulang sekitar Jam 09.30 meneruskan kayuhan dengan menikmati turunan jalanan yang adalah sebuah bonus setelah saat berangkat melakaukan kayuhan dengan jalan menanjak.

#Warung ijo yang pertama saat masih di sisi timur, saya suka disini karena suasana nya sejuk 

#Warung hijau di lokasi baru, makanan yang beraneka macam tinggal menyisakan sedikit saat saya sampai disana

# Pembalap Nasional juga pernah mampir ke Warung Ijo

Namun di kisaran Jl kaliurang  2KM setelah turun dari pakem, saya sempatkan mampir ke tempat makanan khas Pakem/kaliurang yaitu warung jadah tempe. Nama warung tersebut adalah warung jadah tempe Mbah Carik, sebuah warung yanag cukup terkenal dan familier untuk warga Jogja …

Saya sempatkan beli beberapa bungkus untuk saya antar ke teman teman kerja, sebagai tanda hari ini saya telah sah bertambah umur satu tahun lagi …

 

Terima kasih Tuhan,

Perjalanan  bersepeda saya hari ini benar benar bisa saya nikmati dengan penuh; termasuk perbincangan demi perbincangan dengan beberapa kawan. Dan satu hal yang saya maknai pada aktifitas bersepeda saya hari ini adalah; walaupun saat berangkat saya sendiri, namun karena saya mempunyai sebuah tujuan dimana banyak kawan juga mempunyai sebuah tujuan yang sama, sebuah tujuan untuk melakukan penyegaran baik badan, pikiran maupun rasa, dengan disertai untuk saling bersilaturahmi menambah persahabatan dan persaudaran, maka akhirnya kesendirian di perjalanan saya yang sedari awal memang sudah menjadi niatan saya untuk saya nikmati akhirnya bertambah pula kesukaan dan kebahagiaan saya dengan bertemu dan berbagi bersama semua kawan …

Itu saja …

Lereng Merapi, 25 07 2015

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas