Artikel

Bersepeda, antara hobi dan alat transportasi pilihan

Jumat, 30 Maret 2018 | 00:00:00

Sebagai pembuka tulisan ini saya ingin mengatakan bahwa :

Bersepeda adalah lambang kesederhanaan adalah benar adanya, tapi bersepeda bukanlah lambang ketidak mampuan. 

Salah satu contoh adalah Prof. Dr, H Ahmad Syafii Maarif yang pernah menjabat sebagai ketua umum  pengurus pusat Muhammadiyah; dimana  walaupun beliau mampu memakai kendaran lain, beliau tetap berkenan menggunakan kendaraan ramah lingkungan tersebut dalam keseharian sebagai alat transportasi di sekitar kediamannya

....

Akhir akhir ini dijalan jalan makin banyak orang menggunakan sepeda, terutama disaat hari libur.

Semua itu karna dipicu dengan berbagai faktor diantaranya adalah karena makin jenuhnya masyarakat akan kebisingan kota yang dipenuhi kendaraan bermesin sehingga mereka mencari pelarian dengan cara bersepeda dan melakukannya di tempat yang jauh dari keramaian kota agar mendapatkan suasana yang lebih fresh.

Selain itu ada juga alasan lain yaitu banyak yang makin  sadar untuk menjaga kesehatannya dengan berolaah raga. Dan salah satu olahraga yang paling sederhana adalah bersepeda karena disamping bisa berolah raga bisa juga sambil mencari destinasi wisata yang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan bermesin baik sepeda motor apalagi mobil, terutama destinasi wisata dimana jalan jalan yang dilaluinya sangat kecil sehingga hanya bisa  dijangkau dengan sepeda yang bisa luwes untuk dikayuh maupun dijinjing; sebuah destinasi wisata yang mengasyikkan karena untuk bisa melihat indahnya destinasi tersebut, harus ada tantaangan sebelumnya.

Selain kemudahan untuk blusukan di alam bebas, saat di keramaian kotapun sepeda bisa untuk blusukan; dalam artian bisa  melewati sela sela kecil diantara kendaraan lain sambil kadang menjinjing juga.

Oleh sebab itu seperti yang saya katakan diawal saat ini makin banyak pengguna sepeda baik perorangan bahkan terutama komunitas yang makin banyak bermunculan dimana andai kita upamakan adalah bagai jamur dimusim hujan.

Meski begitu apakah dengan makin banyaknya orang yang suka bersepeda dan makin banyaknya bermunculan komunitas sepeda jalan jalan di Jogja menjadi nyaman dan tidak macet ?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas  saya ingin memetakan pengguna sepeda dalam dua krireteria

Pertama, orang yang menggunakan sepeda sebagai sarana untuk menyalurkan hobi yang sekaligus ada juga untuk menambah teman, menambah saudara karena makin banyak sahabat maka makin banyak pula yang bisa diajak untuk saling berkomunikasi dan bersilaturahmi.

Untuk itu maka munculah ide membuat komunitas untuk mempermudah komunikasi saat akan melakukan kegiatan bersepeda bersama.

Pada kriteria pertama ini kebanyakan mereka bersepeda hanya saat ingin melakukan saja alias menyalukan hobi saja, setelah itu mereka kembali menggunakan kendaraan lain / bermesin untuk kegiatan selanjutnya sebagai alat transportasi pilihan.

Yang kedua, orang yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi pilihan, pilihan disini saya lebih menekankan bahwa pengguna sepeda tersebut menggunakan sepeda bukan karena tidak mampu;  karena saya banyak kenal dari mereka justru dari golongan yang mampu, juga, mempunyai cukup banyak kegiatan atau kesibukan, baik kesibukan pribadi maupun sosial, bahkan ada beberapa diantaranya yang sering menjadi nara sumber dalam berbagai acara.

Jadi mereka begitu sadar bahwa sepedalah alat transportasi paling ideal untuk digunakan saat ini dan kedepan, tentu saja mereka juga sadar bahwa pilihan tersebut bukannya harus meniadakan kendaraan lain; mereka tetap sadar bahwa tetap harus ada alat transportasi lain; hanya saja cara pandang mereka cukup visioner karena alat tranportasi lain selain sepeda yang mereka pilih adalah alat tranportasi masal yang juga merupakan alat transportasi masa kini dan masa depan yang tidak bisa dielakkan lagi bahkan sebisa mungkin kita harus menyegerakan menggunakan alat tarnportasi tersebut sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan.

Nah, dari dua kriteria tersebut pertanyaan diatas sudah sedikit terjawab; bahwa untuk mengatasi kemacetan sebenarnya sangat sederhana namun memang cukup sulit mempraktekkannya yaitu  bahwa makin banyak pengguna sepeda sebagai alat transportasi pilihan maka jalan jalan yang padat karena terisi kendaran bermesin yang besar akan terkurangi volume kepadatannya dan menjadi cukup lapang.

Salah satu cara tersebut sebenarnya sudah dicoba untuk dikampanyekan oleh pesepeda Jogja yaitu dalam agenda Jogja Last Friday Ride (JLFR) dimana kegiatan tersebut berupa Critical mass yang merasa prihatin atas makin padatnya kota Jogja yang penuh dengan kendaran besar dan berpolusi; mereka mengajak untuk kembali menggunakan kendaraan ramah lingkungan yang membuat nyaman alam dan lingkungan, yaitu dengan bersepeda!

Sebagai akhir kata, bagi saya bersepedaa bukanlah lambanag kemiskinan dan kelemahan akan tetapi adalah justru lambang ketangguhan

Dan,  berbicara tentang bersepeda sebagai hobi ataupun sebagai alat transportasi pilhan, saya yakin  Anda bisa menyimpulkan sendiri bahwa antara satu dan yang lain ada keterkaitan;  akan tetapi antara satu dengan yang lain cukup berbeda pada hasil akhir.

Dan semua itu kembali kepada kita masing masing ...

Cuss!

 .

Berikut adalah beberapa foto saat  saya bersama teman teman penghobi bersepeda berinteraksi dan bersilaturahmi serta bergaya ria di beberapa kesempatan saat bersepeda bersama :

.

.

.

.

.

.

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas