Artikel

Bicycle Tour in Jogja (1)

Sabtu, 28 Februari 2015 | 12:36:00

Berwisata untuk jaman sekarang bukan lagi sebuah kebutuhan yang bersifat sekundair lagi untuk beberapa orang, bahkan dalam sebuah tulisan yang pernah saya baca ada beberapa orang yang memberi pemahaman bahwa berwisata bagi orang-orang barat ibarat sudah menjadi sebuah keyakinan/agama baru yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu karena dengan berwisata semua kesibukan dan kepenatan keseharian bisa dihilangkan dan hidup ini menjadi fresh lagi; tentu saja keyakinan/agama dalam tanda kutip karena walau bagaimanapun mereka juga tetap melakukan kegiatan beribadah ataupun berdoa kepada Tuhan YME untuk tetap menyelaraskan hidup antara yang jasmani dan rohani seperti juga kebanyakan orang.

Berwisata pada umumnya dilakukan dengan kendaraan umum dan dalam bentuk kelompok, karena sudah sangat jamak bahwa berwisata akan lebih “legit” lagi bila itu dilakukan bersama-sama teman atau handai taulan dalam jumlah yang banyak. Karena dengan bepergian dalam jumlah yang banyak ada kesan bahwa “keramaian/keriuhan” diantara mereka sendiripun juga sudah merupakan salah satu penambah meriahnya suasana, ada semacam “ruh” yang menggerakkan mereka untuk memunculkan kegembiraan ke permukaan ketika mereka mengeluarkannya secara bersama-sama.

Berwisata adalah bergembira, dan kegembiraan akan lebih memuncak lagi saat diungkapkan secara bersama-sama dalam jumlah yang banyak.

Apabila betul uraian saya diatas tentang “kegembiraan bersama” dalam berwisata tersebut, lalu bagaimana bila “kegembiraan bersama” dalam melakukan wisata tersebut dilakukan dengan cara yang lain ?

Di instansi saya yang bergerak dibidang kesehatan sebagaimana biasa selalu kedatangan mahasiswa yang sedang melakukan Praktek Kerja Nyata (PKL), dan mahasiswa PKL tersebut berasal dari berbagai universitas dan juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Secara kebetulan pada bulan April dan Mei 2012 ini ada serombongan mahasiswa PKL yang berasal dari Sulawesi dalam jumlah yang cukup banyak. 

Dalam sebuah kesempatan luang, saya menanyakan pada mereka apakah mereka sudah mengunjungi tempat-tempat wisata di Jogja. Dan ketika mereka menyatakan bahwa ada beberapa tempat wisata yang belum mereka kunjungi, maka saya mencoba menawarkan pada mereka untuk melakukan wisata dengan cara yang sedikit berbeda, yaitu berwisata dengan sepeda!

Kenapa saya tawarkan berwisata dengan sepeda ? 

Karena kebetulan saya adalah penggemar kegiatan bersepeda dan sudah memulai mengkoleksi beberapa sepeda. 

Lalu apa sih kelebihan berwisata dengan sepeda ?

Saya yang dalam wisata tersebut sekaligus jadi pemandunya ingin menjelaskan hal tersebut dengan cara memaparkan secara runut perjalanan wisata yang baru saja saya lakukan dengan saudara-saudara kita yang datang dari Sulawesi alias tamu wisatawan nusantara saya ini tahap demi tahap dari perjalanan awal.

Persiapan sebelum berangkat menikmati "wisata sepeda" 

Setelah beberapa saudara kita dari Sulawesi memilih sepeda yang telah saya persiapkan dengan menyesuaikanpostur tubuh mereka masing-masing maka pada jam 06.30 WIB kami berangkat dari Jl Jend. Sudirman 70 Yogyakarta menuju ke tujuan wisata yang pertama yaitu Candi Sambisari. Adapun jalur yang saya pilih adalah jalur selokan mataram, yang meskipun sedikit panas namun ada pemandangan yang cukup menarik untuk dinikmati dan lumayan menarik juga untuk melakukan pergerakan memainkan irama sepeda karena masih jarangnya kendaraan lain yang berlalu lalang dan berpapasan dengan kita; intinya kita sangat leluasa untuk berekspresi mengelurakan kegembiraan menikmati enaknya bersepeda sambil mengeluarkan keringat kesehatan dan membakar lemak ditubuh kita!

Saat bersepeda meskipun kami bebas memacu laju sepeda namun dikarenakan kami tetap ingin menikmati wisata ini dengan cara yang benar-benar “enjoy” maka terkadang kami sempatkan untuk berhenti; berhenti untuk beristirahat sambil berbincang tentang suasana sekitar. seperti banyaknya orang menanam dan memanen padi dimana di Sulawesi sangat jarang ditemui, kadang juga diisi dengan cerita ringan, dan kelakar . Dan setelah melalui berbagai kelokan disepanjang selokan mataram maka sekitar Jam 08.00 WIB kami telah sampai pada tujaun pertama yaitu Candi Sambisari, sebuah candi yang sungguh sangat memukau! Sangat indah untuk dipandang dan juga sangat indah untuk melakukan pengambilan gambar dari berbagai sudut. Ya candi Sambisari adalah sebuah candi yang sangat unik karena letaknya yang berada dibawah permukaan tanah!

.

Perjalanan melewati kelokan selokan mataram adalah juga merupakan sebuah perjanalan yang penuh sensasi 

Tujuan pertama : Candi Sambisari

Sebenarnya Candi Sambisari yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Karyowinangun pada 1966 itu adalah Candi yang tidak terlalu luas akan tetapi karena Candi yang berukuran 13,65m x 13,65m dan berada 6.5 meter dibawah permukaan tanah yang ditemukan oleh Karyoinangun saat dia mengayunkan cangkulnya ditanah itu struktur bangunan dan tata letaknya sangat unik, maka apabila kita sedang berada disekitarnya/diatasnya seolah kita sedang berada dalam suasana kerajaan tempo dulu. Ada semacam “ruh” kehidupan jaman dahulu yang hadir di jaman ini, sehingga perjalanan bersepeda yang cukup menguras keringat terutama bagi yang belum terbiasa melakukan perjalanan bersepeda dengan jarak tempuh sejauh itu akan terasa terobati dengan hadirnya suasana “lain” tersebut. Maka sejenak setelah saudara-saudara wisatawan dari Sulawesi beristirahat dan menikmati keindahan dan keunikan bangunan Candi sambisari serta telah melakukan “ritual” pengambilan gambar baik foto maupun video, dengan kesegaran baru kami melanjutkan perjalan “wisata sepeda” lagi kearah timur dengan melalui panjangnya dan indahnya kelokan selokan mataram yang juga menyimpan sejuta cerita ini. Ya keberadaan selokan mataram adalah catatan sejarah kebijaksanaan pemimpin Jogja pada saat itu! Dan itu adalah sebuah sejarah panutan yang harus saya ceritakan pada tamu wisatawan saya agar mereka bisa pulang dengan membawa sejumlah cerita “yang bernilai luhur” yang patut diestafetkan padsa anak-cucu kita!

Candi Sambisari dilihat dari permukaan tanah 

Tujuan kedua : Ke Candi Sari

Pada perjalanan kedua dari Candi sambisari menuju ke Candi Sari karena jarak tempuh yang tidak begitu jauh maka segeralah kami sampai pada jam 9.30 WIB. Dan setelah melakukan pengambilan gambar secukupnya makan untuk menyingkat waktu kami segera beranjak kembali untuk menuju ke Candi Prambanan.

Berpose dengan sepeda di Candi Sari

Tujuan Ketiga : Candi Prambanan 

Saat tiba di pintu masuk Candi Prambanan waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB. Disinilah kami semua menumpahkan segala kegembiraan dengan sepuas-puasnya karena inilah titik akhir perjalanan dimana setelah dari candi Prambanan kami tinggal melakukan perjalanan pulang. 

Saat kami masih di pelataran luar, kami melakukan berbagai aktifitas baik untuk melakukan pengambilan gambar maupun melihat keindahan banyaknya Candi yang berserakan dengan segenap makna yang ada didalamnya, dimana semua yang ikut “berwisata sepeda” ini merasa sedikit merinding ketika saya jelaskan tentang bagaimana indah dan “lebih” penuh dengan suasana magisnya saat membayangkan bahwa semua candi yang berserakan tersebut pada jamannya tertata rapi berderet dan saling menghipnotis dan menghidupkan suasana magis pada masing-masing candi luarnya yang mengelilingi candi utama yaitu Candi Siwa, Brama dan Wisnu yang juga mempunyai cerita yang tak kalah fenomenalnya pula.

Untuk Candi Siwa Brama dan Wisnu yang didalamnya ada relief yang menceriterakan tentang Ramayana sekilas ceritanya bisa Anda baca di tulisan terdahulu saya berikut ini :
 

http://sejarah.kompasiana.com/2010/11/02/meski-sempat-terkubur-merapi-tapi-masih-bisa-bercerita-panjang/

http://sejarah.kompasiana.com/2011/04/04/sinta-obong-sebuah-pembelokan-cerita-atau-sekedar-infotaiment/

Secara singkat setelah kami masuk dan berputar-putar untuk melihat-lihat kehebatan Candi Prambanan, sebuah mahakarya hebat dari orang orang hebat pada jamannya serta setelah puas berbelanja bpakaian dan pernak-pernik yang lain maka kami melanjutkan perjalanan pulang, namun di tengah perjalanan pulang kami masih singgah di sebuah Candi lagi yaitu Candi Kalasan dengan maksud agar perjalanan wisata bersepeda ini akan lebih lengkap bila  para wisatawan menjadi tahu bahwa sebenarnya selain Candi Prambanan, di Jogja ternyata masih banyak lagi terdapat Candi yang bila dikaitkan satu dengan yang lain akan menjadikan sebuah rangkaian sejarah yang saling kait mengkait dan tidak terpisahkan. Sejarah yang tidak hanya sekedar diketahui secara teori saja melainkan secara faktual.

Beberapa gambar Candi Kalasan :

Demikian seklias uraian perjalanan wisata yang baru saja saya lakukan bersama wisatawan dari Sulawesi.

Dengan perjalanan wisata bersepeda menyusuri beberapa Candi ini saya bermaksud selain melakukan perjalanan wisata yang menyehatkan juga akan menjadi sebuah perjalanan wisata mengungkap kembali sejarah luhur bangsa kita yang patut kita banggakan dan menjadikan panutan kita karena betapa dijaman yang masih serba “manual” mereka telah bisa membuat sebuah bangunan yang sangat monumental yaitu berupa Candi-candi yang salah satu yang paling terkenal kemegahannya adalah Candi Prambanan.

Lalu apa kesan dan tanggapan saudara kita yang datang dari Sulawesi tentang “wisata sepeda” ini ?

Mereka mengatakan begini pada saya :

“ … Pak, terima kasih atas “penyiksaan” ini, kami sungguh sangat puas sekali!”

“ Sayang kenapa tidak kemarin-kemarin Bapak mengajak kami berwisata sepeda seperti ini …”

Demikianlah ungkapan kepuasan mereka atas “wisata sepeda” ini, meski mereka mengatakan  dengan istilah “penyiksaan” tentu saja penyiksaan yang ini adalah penyiksaan dalam tanda kutip!

Lalu, tentang penyesalan mereka kenapa mereka tidak diajak berwisata kemarin-kemarin, itulah yang akan saya sajikan dalam tulisan saya yang kedua, dimana tulisan tersebut berisi tentang wisata sepeda Part 2 yang akan saya agendakan besuk Minggu 13 Mei 2012 dengan wisata sepeda dalam suasana yang “lain”.

So, bila untuk “wisata sepeda” Part 1 ini Anda juga menginginkan, mari jangan segan-segan untuk menghubungi saya.

Salam wisata, salam sepeda!

Candi Prambanan dalam gambar yang diambil dari berbagai sudut :

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas