Artikel

Den Wir, Kedai Dhahar penuh cita rasa; cocok untuk rehat gowes kota kota

Sabtu, 07 Juli 2018 | 00:00:00

Bagi pecinta kuliner, soal rasa adalah nomor satu; masalah yang lain adalah nomor yang kesekian.

Bagi pesepeda woles, menikmati setiap kayuhan, menikmati pemandangan dan juga menikmati kuliner, adalah bagian yang tidak terpisahkan;  karena bersepeda woles adalah merupakan sebuah wisata dengan cara sederhana, santai dan menyehatkan

Untuk itu kali ini saya ingin mengulas tentang dua hal tersebut diatas yang sangat berkaitan erat sekali, dimana pesepeda woles yang suka ber kuliner ria tentunya kalau mencari masakan adalah masakan  yang enak , cocok di lidah, penuh cita rasa dan tidak sekedar asal makan saja.

Satu hal yang kadang orang kemudian menyimpulkan bahwa untuk mendapatkan makan yang enak dengan citarasa yang prima tentunya harus merogoh dompet yang cukup besar.

Memang anggapan tersebut adalah anggapan yang wajar, akan tetapi hal itu tidak berlaku untuk Warung Makan yang akan saya informasikan kepada Anda semua berikut ini.

Warung Makan ataupun Kedai Dhahar yang akan saya paparkan berikut adalah sebuah Kedai makan yang memanjakan lidah pecinta kuliner dengan bahan bahan baku nomor satu akan tetapi dengan harga yang tidak terlampau tinggi; bahkan menurut saya untuk ukuran bahan baku nomor satu dan cita rasa yang cukup bisa diandalkan; tarif Kedai Dhahar ini saya kategorikan sebagai “sangat murah”.

Akan tetapi sebelum saya uraikan secara detail terlebih dahulu saya ingin memaparkan rute gowes kota kota yang menurut saya  sangat cocok sebelum kita mampir ke Warung Makan ataupun Kedai Dhahar yang akan saya sampaikan diatas. Rute ini terutama sangat menarik bagi pesepeda luar kota Jogja baik yang sudah lama berkecimpung dengan hobi bersepeda maupun yang baru saja memulai; karena rute ini tidak begitu panjang akan tetapi cukup bisa membikin kita berkeringat dan membakar lemak ...

Adapun rute ini saya sebut dengan Jogja Bike Heritage dengan urutan sebagai berikut :

Tugu Jogja – Malioboro – Beteng Vredeburg – Kraton Jogja – Pojok Beteng sisi atas – Kandhang Menjangan – Makam Kotagede

Dengan rute tersebut kita semacam melakukan gowes wisata bersejarah, atau kalau boleh saya sebut dengan Gowes Jogja Heritage, dimana pada setiap pemberhentian kita bisa ambil gambar gambar seperlunya sekaligus untuk mengenang sejarah dalam bentuk dokumentasi yang bisa kita share/bagi ke sosial media yang kita miliki untuk lebih mempromosikan serta menghargai perjalanan para pelaku sejarah kepada generasi selanjutnya.

.

~ Bisa Juga mampir sejenak di KM 0 Jogja yang juga merupakan tempat fofurite untuk narsis 

Nah, karena finish Jogja Bike Heritage di makam Kotagede maka untuk menuju ke Kedai yang saya maksud tidaklah begitu jauh, tinggal sekitar 1 kilometer saja, yaitu tepatnya di Jl. Pembayun.

Lalu menu apa sajakah yang disediakan disana ?

Untuk minuman diantaranya adalah dari minuman umum semacam kopi hingga Wedang tape, kunir asem, sarsaparela, teh poci spesial  dan wedang ronde

~ Menu unik dan spesial : Wedang Ronde!

Untuk makanan kecilnya adalah pisang semut, singkong goreng dan beberapa makanan kecil lainnya

Untuk makan besar diantaranya adalah sop buntut, rawon, pecel dan terancam yang bisa di tambahkan dengan pesanan dan tahu dan tempe yang masih hangat, dimana tempenya berupa bungkusan satuan dengan daun yang digoreng dadakan saat dipesan.

Untuk pisang semut, sangat cocok untuk lidah yang suka manis manis karena setelah digoreng diatasnya ditaburi palm sugar dihidangkan langsung habis digoreng sehingga masih hangat.

Yang istimewa dan agak unik, adalah wedang rondenya; dimana isian wedang rondenya adalah berupa roti dan kacang  serta kolang kaling seperti yang kita dapati dalam setiap ronde yang dijual; akan tetapi yang istimewa adalah ada tambahan diantaranya adalah puding tape dan dua ubi ungu yang dibuat bulat dengan isian yang satu duren yang satunya lagi adalah kacang, satu bulatan lagi isi kacang wijen; uniknya adalah bahwa wedang ronde tersebut hanya dibuat 10 mangkok tidak lebih tidak kurang. Barangkali dibuat tidak banyak karena untuk menjaga agar cita rasa akan tetap tinggi.

.

.

~ Beberapa menu seperti yang sya sebutkan diatas 

Oh ya, sebenarnya saya sudah dua tiga kali saya datang ke Kedai Den Wir; dan tidak lain karena citarasanya yang cukup bisa diandalkan; tapi baru untuk yang keempat kalinya saya bertemu dengan pemiliknya yang ternyata adalah teman sekolah saya ...

.

.

.

Nah dari pertemuan yang akhirnya sempat terjadi pembicaraan yang cukup intens tersebut, saya mendapatkan satu poin yang cukup berarti bagi peminat kuliner; yaitu bahwa teman saya dalam mengelola Kedai Dhahar ini selalu menekankan satu hal; yaitu semua bahan harus nomor satu, karena itu demi kepuasakn konsumen.

So, mau tunggu apa lagi ...

Silahkan coba menu menu masakan istimewa yang penuh dengan cita rasa

Selamat bersepeda dan berkuliner ria, salam gowes kuliner ...

.

~ Bersama dengan Chief Kedai Dahar Den Wir, dn saat saya menyantap minuman unik dan istimewa ...

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas