Artikel

From Zero to Hero

Jumat, 25 November 2016 | 00:00:00


Berbicara tentang Kulon Progo, masih banyak tempat wisata yang bisa kita kunjungi yang hampir sebagian besar masih sangat alami, masih perawan dan eksotik.
Oleh sebab itu akhir akhir ini banyak yang berburu tempat wisata baru ke Kulon Progo, baik yang sudah terkenal semacam Kalibiru maupun tujuan lain. Dan yang saat ini banyak berburu ke daerah tersebut terutama adalah para pesepeda karena Kulon Progo untuk para pesepeda, terutama pesepeda Jogja sedang menjadi primadona. Daerah Kulon Progo, selain bisa untuk berwisata karena banyak jalannya yang berkelok dan menanjak, sangat asyik dan menantang untuk berpetualang dengan sepeda.
Nah, berbicara tentang tempat berwisata di Kulon Progo dengan sepeda, Anda bisa mencari informasi lebih banyak dengan seseorang yang saya wawancarai berikut ini. Dan walaupun wawancara kali ini berbicara tentang profil beliau, namun tak lepas dari apa yang saya sebut diawal; beliau berkenan bila sewaktu waktu memandu Anda di daerah beliau
Dan inilah wawancara singkat saya dengan pak Kusuma Ndaru, nama yang tidak asing bagi kebanyakan pesepeda Jogja, sebelum beliau beranjak mengantar anak didiknya untuk mendapat apresiasi dari kecamatan atas prestasinya dalam aktifitas sepeda ....
.

.

Bagi pria yang terlahir di Kulon Progo pada tanggal 26 Maret 1964 dan tinggal di Waes Kulon Progo sepeda tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari hari, baik dari sekedar untuk alat transportasi; untuk sekedar pergi berbelanja, berolahraga sambil bersilaturahmi dengan kerabat di sekitaran desanya, untuk memenuhi hobi Touring, race dan gowes bersama hingga yang cukup serius yaitu melatih Atlit dan calon atlit
Selain bersepeda sebagai alat olahraga yang menyenangkan, bagi pak Kusuma Ndaru bersepeda bisa juga untuk berkompetisi, bahkan bisa juga untuk bersosialita dan masih banyak hal. Bahkan bagi pak Kusma Ndaru, bersepeda itu ada nilai filosofinya yaitu menggambarkan hidup, untuk bisa mencapai tujuan harus terus berputar dan bergerak, bergerak dinamis menyesuaikan situasi dan kondisi.
Sebagaimana style bersepeda pak Kusuma Ndaru yang suka bersepeda dengan kecepatan tinggi seperti pembalap, maka penyaluran hobi agar ada regenerasi yang lebih baik dan berprestasi beliau dirumahnya melatih anak anak muda untuk menjadi pembalap; yang ternyata mendapat atensi yang cukup tinggi yang terbukti dari animo para pemuda di Kulon Progo banyak yang ikut untuk berlatih secara rutin, dan dari tahun ke tahun makin meningkat anggota yang dilatih.
Pelatihan yang dicanangkan dengan harapan agar ke depan banyak bermunculan atlet atlet yang sesungguhnya dan mumpuni ternyata terbukti dengan hasil yang dicapai walaupun dengan kondisi seadanya.
Capaian tersebut diantaranya adalah dengan seringnya anak didik pak Kusuma Ndaru naik ke podium di beberapa kejuaraan diantaranya adalah meraih Medali di tingkat Kabupaten, di tingkat PORDA (DIY) dan juga di Semarang menjadi juara 3 tingkat anak anak.
Selain itu ada juga salah satu anak yang akhirnya masuk seleksi di PPLP (pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar) Balap Sepeda.
.

.

Karena kecintaan pada dunia sepeda, tidak hanya itu saja yang dilakukan oleh pak Kusuma Ndaru, ada lagi sebuah ide yang dicetuskan pak Kusuma Ndaru dimana prakarsa tersebut dilakukan secara mandiri, yaitu Ndaru 100 K; sebuah ajang bersepeda berjarak 100 KM dengan harapan dan tujuan untuk mendorong para pesepeda pemula atau yang belum pernah merasakan gowes 100 KM agar mempunyai keberanian untuk mencobanya. Mengenai Ndaru 100 K ini walau kecepatan yang dicari tapi  belum memakai aturan untuk limit waktunya.
Animo untuk Ndaru 100 K inipun juga cukup besar; setiap hari Minggu atau hari libur selalu ada yang ingin mencobanya. Dan mereka yang pernah mencobanya selalu mengatakan amazing dihadapan beliau sekaligus sebagai ucapan terima kasih mereka dan mengatakan ingin mengulang kembali dengan mencoba membawa teman lain yang makin banyak. Mereka bangga akan medali pertama mereka!
.


Dalam setiap kesempatan, saat posting atau update status di media sosial pak Kusuma Ndaru selalu menyertakan kata “ CEGAH NARKOBA DENGAN SEPEDA “
Nah, kata tersebut mengandung muatan yang cukup dalam, yaitu karena beliau melihat bahwa narkoba sudah ibarat ombak besar yang setiap waktu akan siap menerjang dan menggulung bangsa ini, bak tinggal menunggu waktu saja, apalagi Kulon Progo yang sebentar lagi akan memiliki Banadara Internasional; pintu masuk narkoba menjadi sangat menganga lebar.
Untuk itu walaupun mungkin sangat kecil dampaknya pak Kusuma Ndaru berusaha menyelamatkan generasi muda dengan mengajarkan mencintai gowes ataupun bersepeda melalui Ndaru Gowes Academy.
Selain itu foto foto yang di upload pak Kusma Ndaru selalu menunjukkan kesan provokatif, dalam artian memunjukkan efek positif bersepeda walaupun kadang juga sering dibungkus dengan nada guyon agar orang tertarik untuk mengikuti.
Sisi lain yang juga dilakukan agar penghobi gowes tidak jenuh pak Kusuma Ndaru juga berusaha menunjukkan daerah daerah yang menarik untuk dikunjungi terutama di Kulon Progo dan juga Jogja.
Dalam hal ini apabila Anda yang belum mengetehui seluk beluk Kulon Progo dengan segenap tantangan dan keindahannya, baik Anda yang dari kota Jogja maupun luar Kota dan menginginkan “pemandu”, Anda bisa menghubungi pak Kusuma Ndaru.
Masih banyak ide menarik yang mengusik pikiran pak Kusuma Ndaru, termasuk juga perkembangan transportasi dan cara berlalu lintas yang masih cenderung meminggirkan pengguna sepeda, tentang jalur sepeda, parkir sepeda; sehingga beliau berharap agar para pesepeda bersatu, mengumpulkan dan menyalurkan aspirasi, melalui saluran politik kalau perlu.
.
Setiap orang yang mempunyai hobi, dan menekuni hobi tersebut secara konsisten adalah wajar untuk kemudian bisa menjadi pelopor dibidangnya untuk orang lain disekitarnya.
Demikian jugakah dengan pak Kusuma Ndaru ?
Jawabannya adalah ya, tapi tidak sekedar dan sesederhana seperi itu.
Lalu seperti apa ?

.
Inilah menariknya yang sekaligus inti dari semua itu yang akan saya sampaikan sebagai penutup tulisan ini.
Seperti apa yang diceritakan oleh pak Kusuma Ndaru saat saya tanyakan pak Kusuma Ndaru mempunyai keahlian melatih mendapat ilmu dari mana, maka jawaban beliau adalah bahwa semua itu justru berawal saat beliau sering sakit.
Tahun 2004 masuk UGD kemudian ICCU dan setelah itu hampir setiap minggu masuk Rumah Sakit. Berbagai macam pengobatan diusahakan akan tetapi hasilnya tidak memuaskan sehingga membuat pak Kusuma Ndaru putus asa.
Karena diagnosa penyakit adalah sebuah rahasia, maka saya tidak menanyakan secara spesifik apa penyakit beliau; namun dari cerita beliau Anda semua pasti bisa menyimpulkan bahwa penyakit tersebut cukup berat.
Namun pungkas pak Kusuma Ndaru, singkat cerita saat beliau diajak gowes maka sejak saat itulah beliau seperti memulai kehidupan baru untuk kemudian sampai saat ini berjalan dengan berbagai gagasan hebat tentang gowes.
Mimpi beliau adalah bisa ada Gerakan Bersepeda Secara Nasional, Membangun Bangsa Dengan Sepeda.

.
Nah, dari uraian saya diatas, saya menyimpulkan bahwa saat saat pak Kusuma Ndaru diujung keputus asaan, saya bisa merasakan beliau sedang berada di dalam ground zero, namun semangat kebangkitannya lah yang kemudian membuat beliau bisa menjadi Hero.

Salam hormat saya.

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas