Artikel

Fun - racestimewa, memang asyik, unik, fun dan istimewa

Rabu, 09 Desember 2015 | 00:00:00

 

Sebagaimana pernah ditanyakan oleh reporter pada saya saat wawancara di salah satu televisi nasional, bahwa apakah saya mempunyai komunitas dan apa nama komunitas saya, saya mengatakan bahwa saya tidak mempunyai komunitas akan tetapi selalu ikut dalam kegiatan berbagai komunitas secara bergantian agar bisa memperkaya khasanah pemikiran dibalik pembentukan klub ataupun komunitas komunitas sepeda tersebut. Dan yang kedua selain sebagai orang yang suka bersepeda saya juga suka menulis; oleh karena itu tidak ikutnya saya dalam salah satu komunitas agar saya bisa lebih obyektif saat membuat reportase tentang komunitas dan kegiatannya, termasuk komunitas/club yang akan saya ulas berikut ini.
.
Pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 5 dan 6 Desember 2015 yang lalu saya diminta bantuannya oleh teman teman JCVB ( Jogja Classic Vintage Club ) dalam acara Funraceistimewa.
Awalnya saya mengatakan tidak bisa sehubungan dengan jadwal saya saat dari ajakan hingga saat hari H nya saya ada beberapa kegiatan yang tidak bisa saya tinggalkan, akan tetapi saat teman teman dari JCVB tetap menginginkan kehadiran saya saat hari H nya; oleh karena itu saya menyimpulkan bahwa saya bukan diminta untuk membantu akan tetapi diminta untuk ikut bersenang senang bersama mereka.
Hmmm, siapa sih yang tidak suka diajak bersenang senang, apalagi saya sebagai pesepeda aliran Bike to #woles sangat cocok dengan judul acara kegiatan teman teman JCVB yang diberi tema Funracestimewa, dimana pemikiran saya ini adalah acara race yang dikemas secara Fun dan Istimewa ...
Lalu seperti apa sih Fun dan Istimewanya acara Fun-racetimewa ini ?
Untuk lebih jelas silahkan ikuti ulasan saya tentang rupa ragam Fun-racetimewa ini yang memang sungguh asyik, unik, Fun dan Istimewa!
.
Dengan menempati Wisma PU di Kaliurang kegiatan ini diawali dengan pendaftaran ulang pada Sabtu sore, selain pendaftaran ulang panitya juga mempersiapkan acara malam dan di esok harinya, sambil menunggu teman teman yang belum datang, baik dari Jogja maupun dari luar kota Jogja.
Antusiasme para peserta begitu terlihat sekali saat berdatangan dengan membawa sepeda andalan mereka untuk race esok harinya, baik dengan cara dinaikkan dalam mobil maupun yang di gowes. Karena terlihat juga di hujan yang cukup deras ada beberapa peserta tetap menggunakan sepeda untuk mencapai ke tempat berkumpul.
.

#Peserta yang pantang menyerah walau diterpa hujan yang cukup deras
.
Di senja hari saat sudah hampir semua peserta datang, kegiatan diawali dengan acara pemilihan sepeda paling disukai / kontes sepeda yang kemudian dilanjutkan dengan acara makan. Seusai makan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan di aula yang di setting sedemikian rupa yaitu sepeda ditata berjejer diatas papan panjang, sehingga ada kesan bahwa aura ruangan tersebut benar benar menyatu dengan semua yang hadir disitu.
Melihat ruangan tersebut baru kali ini saya merasa ada semacam “ruh” yang banar benar menyatu dengan jiwa saya juga; ah saya tidak tahu bagaimana mengatakan smua itu, biarlah apa yang ingin saya ungkapkan saya wakilkan dengan gambar yang saya sertakan berikut.

.

.

Selain acara perkenalan yang berlangsung penuh gelak tawa karena sudah hampir semua peserta saling mengenal juga ada acara penjelasan dan lelang. Tentu saja lelang ini adalah lelang sepeda dan berbagai part serta asesori sepeda lainnya.
Karena pada esok harinya akan ada lomba race dan lomba lainnya, maka acara ditutup sekitar jam 10.00 WIB; dan dipagi harinya kemudian setelah makan acara dilanjutkan dengan mengambil tempat di Bumi Perkemahan Sinolewah.
.
Dan, inilah ulasan detail saya tentang apa yang asyik, unik, Fun dan Istimewa ...
.
Kita mulai dari yang asyik asyik dulu yaaa ...
.
Melihat spanduk kegiatan ini saja yang bertuliskan FUN Racetimewa dengan tulisan besar dan ditegaskan dengan tulisan dibawahnya yang berbunyi : “ Mari bersenang senang dan jangan terlalu serius” bayangan saya langsung pada menyaksikan acara yang asyik dan menyenangkan, maka memang demikianlah adanya.
.

.
Ke asyikkan pertama adalah saat acara perkenalan, dimana saat ada yang memperkenalkan team nya dengan ketangguhannya, sudah ditingkahi saling interupsi peserta lainnya yang berada di kursi belakang maupun lesehan dengan tikar, tentunya interupsi tentang kesangsian kepada tim peserta yang sedang memperkenalkan tim nya, tapi interupsi kali ini adalah sebuah interupsi candaan dan “guyon” yang membuat suasana ruangan penuh dengan suara gelak tawa.
Setelah acara perkenalan yang penuh gelak tawa tersebut acara dilanjutkan dengan penjelasan lomba race di esok harinya dan juga lelang sepeda dan part serta beberapa asesori lainnya.
Disinilah suasana gelak tawa makin meningkat karena cara menawar lelang yang disampaikan dengan beraneka cara lucu, diantaranya adalah persaingan dua orang dalam menaikkan besaran tawaran yang ditimpali riuhnya tepuk tangan dan candaan teman teman yang lain sambil menssuport agar para pesaing terus saling menaikkan.
Bukan itu saja yang membuat suasana makin penuh dengan gelak tawa, karena ada juga peserta yang menawar barang dikisaran tertentu saja, setelah diatas kisaran itu peserta tersebut tidak lagi melakukan tawaran sehingga muncul candaan bahwa peserta tersebut spesialis menawar di tingkat tertentu tersebut. Dan, walaupun ada komentar seperti itu, peserta yang disasar tidak merasa sakit hati justru malah tertawa lepas yang kemudian tentu saja diikuti riuh tawa dari semua yang hadir di ruangan tersebut
.

.


Fun dan unik

.
Pada keesokan harinya seperti yang juga sudah saya katakan diawal, setelah makan pagi para peserta dikumpulkan untuk sekedar diberi pengarahan dan kemudian dilanjutkan mengibarkan bendera start menuju Bumi perkemahan Sinowaleh untuk melanjutkan acara perlombaan race, dimana saat perjalanan dari wisma PU menuju Sinowalehpun bagi saya yang terbiasa dengan bersepeda dengan cara santai sebenarnya medannya cukup menantang dan harus ekstra hati hati.
O ya, dalam pengarahan tersebut saat ada pertanyaan dari beberapa peserta untuk penilaian race apa disediakan stopwatch apabila nanti terjadi balapan yang hampir bersamaan sampai digaris finish; maka pihak panitya memberi jawaban yang tidak terduga; bahwa karena ini adalah acara “senang senang” maka panitya akan memutuskan sesuai dengan apa yang terlihat panitya dan apabila ada peserta yang protes peserta disilahkan pulang karena terlalu serius. Atas jawaban panitya diluar ternyata tanggapaan para peserta diluar dugaan jua karena para peserta ternyata justru malah tertawa terbahak bahak semua
... ah sebuah momen yang sangat jarang dijumpai dalam kejuaraan lainnya yang selalu penuh dengan formalitas dan keseriusan yang kadang justru membuat ketegangan dan bukan kesenangan yang sebetulnya kita cari setelah hari lepas hari dalam sepekan kita sudah disibukkan dengan kepenatan kerja ...
.
Setiba di Bumi perkemahan Sinowaleh karena para peserta baru saja menyelesaikan perjanan melalui medan yang cukup menantang dan cukup menguras tenaga, maka para peserta dipersilahkan untuk istirahat sebentar sekedar merecovery badan sambil minum dan makan makanan kecil.
Sejenak kemudian setelah dirasa cukup maka dimulailah race yang dibagi dalam lima kelompok yang masing masing kelompok berjumlah sekitar 15 sampai 20 orang, dimana tiap kelompok diambil beberapa orang pemenang untuk diadu di final; dimana bila di babak penyisihan hanya melakukan sekali putaran, dibabak final dilakukan tiga kali putaran ...
Sebuah tantangan yang cukup berat karena disisa sisa tenaganya justru putaran dilakukan menjadi tiga kali putaran, meskipun begitu para peserta tetap terlihat senang dan bersemangat melakoni semua putaran tersebut.
Kelucuan yang terjadi saat race adalah ada beberapa peserta yang melakukan kayuhan dengan cepat saat jalan menurun akan tetapi saat jalan menanjak ritme kayuhan jadi menurun; ada juga saat jalan menurun kayuhan cepat dan disaat jalan menanjak kayuhan tetap dipertahankan secara cepat, akan tetapi disaat sampai di jalan datar karena terengah engah tidak lagi sanggup mengayuh cepat hingga disalip yang dibelakangnya, namun tidak lupa sambil disertai sahutan candaan walau sambil dengan nafas yang tak teratur.
Ada juga kelucuan saat digaris finish, peserta yang ada dibelakang didorong oleh peserta yang sedang menonton sehingga menimbulkan gelak tawa semua peserta.
Di ajang Race ini jadi terlihat siapa yang sudah terbiasa dan hasilnya memang tidak jauh dari perkiraan para peserta.
Pada saat istirahat sebelum final dengan tiga putaran ada acara sepeda lambat yang boleh diikuti oleh siapapun, termasuk yang akan melakukan race di final. Dan ternyata pemenanagnya adalah justru yang akan ikut dalam final, termasuk juga jadi pemenang race dalam tiga putaran.
Selain sepeda lambat juga diadakan adu cepat tapi dengan syarat gir belakang ada diposisi paling besar dan gir depan di posisi paling kecil sehingga kayuhannya akan lambat hasilnya, atau kalau dalam bahasa jawanya diistilahkan “ngiplik”.
Nah, disini terjadi lagi kelucuan, dimana saat para peserta sudah mau melakukan start tiba tiba ada salah seorang peserta yang ikut sambil membawa atau lebih tepatnya memilih sepeda balap milik peserta lain, dimana karena meskipun gir belakang diposisi besar kayuhan sedikit lebih cepat dikarenakan gir balap terbesarpun ukurannya lebih kecil sehingga otomatis akan menang.
.

.

.

.

.


.
Sejenak setelah start dilakukan maka benar juga peserta terakhirlah yang menang, yang untuk sesaat diprotes oleh wasit karena dikira menggunakan gir bukan yang terbesar, akan tetapi setelah wasit menyadari termasuk semua peserta; yang ada hanyalah selorohan guyon yang membahana memenuhi lapangan Bumi perkemahan Sinowaleh tersebut ...
Setelah acara race, sepeda lambat dan balapan ngiplik berakhir, acara dilanjutkan dengan pemberian piala kepada para juara dan pemenang kontes sepeda.
Untuk pemberian piala para juara berjalan lancar dengan sedikit disertai kelakar baik dari penyelenggara maupun para peserta yang dari awal diijinkan saling bersahutan berkomentar.
Ketika saat tiba penganugerahan pemenang kontes sepeda terjadilah gelaktawa yang saling bersahutan kembali seolah tanpa henti dikarenakan sepeda pemenang kontes, sepedanya sudah dibeli oleh peserta lain sehingga timbul celetukan protes guyon bahwa piala seharusnya diberikan pada pemilik yang baru, maka muncullah komentar bersahut sahutan dari para peserta yang seolah memanasi kedua peserta baik pemilik sepeda yang lama maupun pemilik sepeda yang baru; walaupun akhirnya pemilik sepeda yang lama maupun yang baru saling mengalah soal pemberian yang baru, tapi tetap saja hal tersebut ditimpali oleh guyonan peserta yang lain.
Nah, saat pemberian piala tersebut ada permintaan pemilik sepeda yang baru agar penyerahan piala dilakukan oleh pemilik sepeda yang lama, disinilah timbul elaktawa seru lagi karena saat adegan pemberian piala para peserta yang lain secara spontan berkomentar dengan berteriak keras bahwa pemilik yang lama tidak ikhlas sehingga harus memegang pialanya terlebih dahulu sebelum diserahkan pada pemilik yang baru ...
Ah ada ada saja bahan candaan di fun-racetimewa ini ...
Lalu apa yang unik di acara fun-racetimewa ini ?
Selain hal terakhir yang saya katakan tentang kejadian penganugerahan piala pada sepeda yang sudah beralih pemilik tersebut yang lucu dan termasuk juga unik ada satu hal lagi yang unik dan baru saya lihat dan temui kali ini; yaitu tentang wujud/bentuk piala yang dianugerahkan kepada para pemenang.
Ya, bentuk piala tersebut bagi saya sangat unik dan belum pernah saya lihat sebelumnya. Piala yang dibuat oleh salah satu panitya yang kebetulan adalah pengajar dibidang seni dibuat begitu artistik dan sangat cocok untuk dianugerahkan sebagai piala dalam perhelatan yang berhubungan dengan sepeda karena piala tersebut semacam piala citra yang terbuat dari bahan kayu berlabel urutan pemenang yang diatasnya diberi asesori yang berhubungan dengan sepeda yaitu crank sepeda!
Bentuk piala bagi yang melihat akan langsung tercengang dan berdecak kagum disertai sedikit tersenyum, terutama bagi mereka yang sudah menyatu dengan dunia sepeda...
Sebuah karya seni unik yang membuat orang lain kagum dan tersenyum senang ....
Ah, saya jadi ingin memiliki piala tersebut! Ha ha ..
.

.
Sebagai akhir ulasan saya, saya ingin mengatakan bahwa acara Fun-racetimewa ini selain asyik, unik dan fun juga termasuk istimewa! Kenapa istimewa ?
Karena diantara penuh dan padatnya acara panitya masih menyempatkan menyediakan makan sore, bukan menyediakan dalam bentuk dos atau pesanan dari chatering yang sudah jadi ataupun chatering setempat akan tetapi mendatangkan Bakmi Jawa dari kota Jogja yaitu bakmi Jawa rejondani ke kaliurang! Mendatangkan beserta angkringnya sekaligus!
Hingga aura cair cara makan dengan pesan langsung sesuai selera seperti di warung dan bukan di tempat penginapan sangat kental sekali.
Inilah yang saya katakan istimewa, sangat istimewa aura suasana cairnya baik cair dalam setiap acara terutama saat cair saat memesan makanan.
Dan saat makan sore, saya memesan mie kesayaangan saya, yaitu mie istimewa dengan telor tentunya ha ha ha
.

.
Demikianlah apa yang bisa saya sampaikan dalam perhelatan Fun-racetimewa yang memang sangat asyik, unik Fun dan Istimewa ini.
Sebagai penutup, saya ingat akan sesuatu yang sering dikatakan orang banyak bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan; dan itu benar adanya, hanya saja kadang orang mengartikan rejeki tidak pas, karena selalu mengaitkan rejeki dengan uang semata, padahal yang sebenarnya bahwa rejeki bukan hanya sekedar uang atau harta benda saja melainkan yang utama adalah ketenteraman; sehingga saya mempunyai pedoman bahwa rejeki yang nilainya paling tinggi adalah persaudaraan ...
Nah, disinilah saya mendapatkan hal tersebut


Salam Fun-racetimewa!

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas