Artikel

Gowes Wisata Sejarah ke Gua Jepang yang menarik dan menantang

Rabu, 14 Juni 2017 | 00:00:00

Gowes wisata bersejarah adalah hal yang paling saya suka, oleh karena itu selain saya suka mengulang gowes dengan tujuan Ancol Bligoyang mempunyai sejarah panjang tentang awal dimulainya kemakmuran Jogja; gowes wisata bersejarah ke Gua Jepang juga merupakan favorit saya sehingga sudah tiga kali ini saya melakukan aktifitas gowes wisata ke Gua Jepang; semenjak jalannya masih seoerti sungai kering yang penuh dengan batu dan kerikil tiga tahun yang lalu hingga dua kali dalam sebulan ini saya melakukan aktifitas gowes wisata bersejarah ke Gua Jepang.

Dan kalau tidak ada aral melintang bulan ini sepertinya saya bermaksud Gowes kesana lagi.

Lalu, apa sih yang menarik dengan Gua Jepang dan untuk menuju kesana harus melalui mana ?

Berikut secara sekilas saya akan mencoba memaparkannya  :

Pertama tama saya ingn jelaskan terlebih dahulu jalur untuk menuju ke Gua Jepang; cara menuju kesana adalah melalui Jl Jogja Parangtritis , apabila Anda sudah menemukan jembatan Kretek maka pada ada jalan pertama selatan jembatan tersebut silahkan Anda belok kekiri, ikuti saja hingga kurang lebih 1 KM Anda akan menjumpai papan nama besar di sebelah kiri jalan yang menunjukkan arah menuju Gua Jepang.

Saat pertama kali Anda akan menuju ke Gua Jepang, tanjakan langsung vertikal, namun jangan khawatir karena kemudian tanjakan akan sedikit bersahabat karena tidak begitu vertikal lagi; hanya saja memang perjalanan selanjutnya ke puncaknya yang kurang lebih berkiasar sekitar 3 KM tanjakan berkeloknya cukup menguras tenaga, tapi di  kisaran 500 sampai 800 meter Anda bisa berhenti sejenak untuk mengatur nafas dan mengembalikan tenaga sambil melihat suasana sendang yang dikelilingi pohon pohon besar yang cukup bisa membuat fresh kembali, sambil jangan lupa pula untuk mengambil gambar disini.

Jumlah gua secara keseluruhan ada 18, gua pertama bisa Anda temukan pada kisaran 2,5 kilometer dari bawah dimana kalau ingin melanjutkan ke puncak yang tinggal sekitar antara 300 sampai dengan 500 meter tersebut Anda harus belok kekanan sesuai petunjuk arah; karena kalau lurus Anda akan turun dan menuju kearah Pantai Parangtritis.

Di Gua yang pertama ini Anda bisa juga mengambil gambar gambar lagi sambil menata kembali nafas dan tenaga Anda sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak yang hanya tinggal sekitar 500 meter.

#Tanjakan terakhir sebelum menuju Puncak Gua Jepang

Setelah puas mengambil gambar dan mengatur nafas dan tenaga kini saatnya Anda sebentar lagi menikmati puncak Bukit Jepang yang menurut saya begitu mempesona!

Betapa tidak, kita bisa melihat pemandangan laut lepas yang maha luas dan sangat indah!

Saya jadi berpikir bahwa saat orang Jepang selesai membangun Gua gua tersebut sebagai bunker, gudang senjata dan tempat persembunyian sekaligus pengintaian tentara sekutu yang datang dari arah pantai selatan ataupun pantai Parangtritis, sempatkah terpikir bahwa pengintaian mereka sekaligus rekreasi melihat pemandangan yang begitu indah tersebut ?

Ada semacam rasa was was penuh kewaspadaan sekaligus senang yang bercampur ?

Jadi, biar tidak penasaran kenapa Anda tidak mencobanya sambil membayangkan apa yang sempat saya pikirkan tersebut ha ha ha

Terakhir, karena saat pertama kali saya ke Gua Jepang jalanannya masih seperti sungai kering yang dipenuhi batu dan kerikil, belum beraspal sama sekali dan di sepanjang perjalanan naik tidak ada warung makan untuk mengembalikan stamina, maka saat pulang saya memakai jalur yang menuju kearah parangtritis sambil mencari makanan di pantai Depok.

Akan tetapi karena sekarang jalannya sudah beraspal dari bawah samai puncaknya, sepertinya jalur ini lebih aman dan nyaman untuk jalan pulang, dimana Anda  juga bisa mampir terlebih dahulu ke sebuah warung yang bagi saya cukup rekomended, terutama singkong goreng yang ditaburi srundeng sedikit pedas, pisang goreng dan kacang; juga wedang ereng erengnya yang cukup maknyus.

#Makanan favorit Waroeng Ereng Ereng Surocolo

Tempat tersebut berada diseberang sendang Surocolo yang saya paparkan diawal yang karena jalan tinggal turun bisa dicapai sekitar 10 sampai dengan 15 menit dengan tanpa menguras tenaga sama sekali. Nama warung tersebut adalah Waroeng Ereng Ereng Surocolo, menyesuaikan dengan nama sendang/desa setempat.

Gambar gambar yang lain bisa Anda lihat dengan klik disini dan disini

Cuss!

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas