Artikel

Jalur Gowes Wisata Kuliner Kota Kota (1)

Kamis, 14 September 2017 | 00:00:00

Bagi sebagian orang, bersepeda bukanlah sebuah hobi yang menyenangkan karena hanya akan membuat lelah dan capek saja, belum hal lain lagi seperti takut badan menjadi hitam. Akan tetapi tak sedikit pula yang bahkan awalnya berpikiran demikian setelah mencoba dan merasakan sendiri ternyata semua itu tidak seperti yang mereka bayangkan, lelah memang benar pada awalnya, akan tetapi kalau sudah terbiasa justru kesegaran dan kebugaranlah yang kita dapat dimana hal tersebut otomatis bisa menjadikan daya tahan tubuh kita terhadap penyakit jadi meningkat, yang secara otomatis pula kesehatan kita menjadi semakin terjaga. Begitu pula tentang kekhawatiran akan perubahan kult yang terkena sinar matahari bisa diatasi dengan mengenakan sunblock.

Namun lebih dari hal diatas hal yang paling utama adalah bagaimana cara memulainya dengan hati yang senang.

Untuk itu saya akan mencoba sedikit bercerita tentang pengalaman teman saya yang pada awalnya ingin bersepeda namun ragu ragu untuk memulainya karena beberapa alasan yang saya sebutkan diatas.

Menanggapi sikap orang yang seperti itu reaksi saya tidak langsung kekeuh menyuruhnya untuk mencoba akan tetapi saya mengatakan bahwa kalau belum siap ya jangan dipaksakan dulu karena sesuatu hal yang dipaksakan akan menghasilkan yang tidak baik, akan tetapi bila sudah ada niat bisa dicoba dengan cara bersepeda dengan jarak yang dekat dekat dahulu namun benar benar dinikmati, apabila sudah bisa menikmati bisa dicoba menambah jaran dengan mencari destinasi atau tujuan yang menyenangkan, entah itu tujuan wisata ataupun kuliner.

Singkat cerita setelah bisa menikmati keasyikan bersepeda teman saya tersebut ingin melakukan kegiatan bersepeda dengan jarak tempuh yang cukup lumayan jaraknya seperti halnya yang dilakukan orang lain akan tetapi takut apabila nanti menghadapi tanjakan. Sebuah catatan yang ingin saya sampaikan disini adalah, bahwa “tanjakan” disini adalah tanjakan bagi kelas / orang awam dan bukan tanjakan tajam apalagi ekstrim.

Lalu apa yang saya katakan pada teman saya tersebut karena saya sendiri termasuk pesepeda yang tidak bisa sukses mengatasi setiap tanjakan ?

Sederhana sekali; teman saya saya anjurkan untuk mencoba merasakan berulang dari tanjakan ringan seperti di jembatan jambu kalau di Jogja untuk kemudian yang agak lumayan naik yaitu jembatan layang lempuyangan dan menambah lagi di Spot Riyadi/Candi Abang dan seterusnya.

Yang paling utama saya sarankan sebagai orang yng mempunyai style bersepeda woles atau santai, saya katakan, kalau tidak kuat  menanjak ya dituntun saja, kalau capek dijalan datarpun sya sarankan istirahat saja secukupnya.

Dan, hasilnya adalah teman saya tersebut sekarang makin melebihi saya, makin perkasa dan sentosa!

Demikian sekilas tentang progres salah satu teman yang pada awalnya tidak suka bersepeda menjadi suka, bahkan bila tidak bersepeda sebentar saja serasa ingin melakukannya dengan segera  ...

Sehubungan dengan cara menarik agar orang lain menjadi penghobi bersepeda atau gowes berikut adalah salah satu tip yang ingin saya sampaikan;  cara memulai bersepeda dengan senang dan tidak begitu menghabiskan banyak tenaga, yaitu memulai bersepeda dengan santai dengan jarak yang tidak jauh sambil berwisata kuliner, tepatnya adalah gowes wisata kuliner kota kota.

Jalur wiisata gowes kuliner kali ini adalah kota kota kearah utara dengan jarak tempuh keseluruhan tidak lebih dari 10 KM.

Lima menit menuju tujuan pertama, cekrak cekrek sebelum riasan Anda terhapus keringat

Start bisa kita mulai dari tugu menuju UGM; dimana dalam perjalanan hanya beberapa menit kemudian sudah menemukan pohon pohon rindang di sekitaran UGM atau tepatnya di Gedung Pusatnya. Karena yang kita cari adalah kesenanagan maka jangan lupa menyempatkan diri untuk berfotoria dalam suasana arsitektur klasik dengan asesoris sepeda sepeda yang kita bawa.

Anda bisa men setting adegan foto foto Anda sedemikian rupa sehingga menghasilkan foto foto yang baagus dan akan menjadi sebuah kenangan perjalanan Anda saat memulai bersepeda! He he

Setelah Anda merasa cukup, perjalanan bersepeda wisata bisa Anda lanjutkan ke arah jembatan baru Sardjito, dimana arsitek jembatan tersebut bila dilihat dari bawah cukup menarik dan sangat indah untuk diabadikan dalam bentuk gambar.

Untuk menuju kearah jembatan tersebut kita bisa melewati jalur sebagai berikut :

  • Gedung Pusat kearah timur melalui portall/gardu jaga satpam ke timur sedikit
  • Sesampai di pertigaan arahkan tujuan ke utara
  • Di sekitaran sentra gudeg Barek arahkan tujuan ke barat, melintas /memotong jalan utama Jl Kaliurang terus kebarat.
  • Jangan berbelok hingga menemukan jembatan

Nah, saat menemukan jembatan silahkan Anda menuju kearah utara sebelum lampu merah dimana disitu ada jalan turunan menuju tempat yang saya maksud.

Berikut foto foto di bawah jembatan tersebut :

Seusai Anda mengabadikan diri dengan pose pose terbaik Anda, Anda bisa melanjutkan perjalanan  bersepeda Anda.

Apabila perjalanan bersepeda sudah Anda anggap cukup dan menginginkan perjalanan dilanjut dengan berkuliner ria Anda bisa melanjutkan perjalanan bersepeda Anda kearah selatan yang menuju tugu, akan tetapi sesampai di perempatan Jetis tepatnya di SMPN 6 silahkan Anda arahkan kayuhan Anda kebarat, sekitar 500 meter Anda bisa menemukan warung makan yang tidak terlalu besar akan tetapi masakannya sangat lezat, yaitu lontong opor Poncoroso, dimana apabila sampai disana selain Anda bisa membuktikan rasanya, Anda bisa melihat banyak lontong yang merupakan pesanan beberapa rumah makan besar. Dan, itu bukti bahwa lontongnya saja sudah teruji, apalagi opornya ... he he he ...

Berikut foto lontong opornya :

Alternatif lain untuk kuliner adalah di Bakso dan es pak Topi yang tempatnya ada didepan Novotel Jl Jendral Sudirman dimana bakso goreng kriuk kriuk renyahnya cukup enak pula untuk dibawa pulang dan dinikmati sambil Ngopi

Apabila perjalanan bersepeda tersebut Anda rasa belum cukup dan belum waktunya makan, maka Anda bisa mengarahkan kayuhan Anda lurus ke arah Tugu dan dilanjut ke Malioboro.

Lalu, apabila sudah sampai ujung selatan Malioboro Anda sudah merasa lapar Anda tak perlu khawatir untuk mencari makan karena banyak makanan tersedia disana, akan tetapi apabila Anda menginginkan makanan yang rekomended dengan rasa rumahan, jangan khawatir saya akan memandu Anda di tulisan saya berikutnya yang berjudul Jalur Gowes Wisata Kuliner Kota kota (2)

Oh ya, gowes wisata kuliner dan berfoto ria tersebut saya dan teman teman sering menamainya dengan istilah “Tour de Cekrek”

Selamat bersenang senang, dengan cara yang sederhana ...

Cusss!

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas