Artikel

Komunitas wisata #woles

Sabtu, 09 April 2016 | 00:00:00

Berwisata untuk saat ini sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan; bahkan di negara negara barat, mereka sudah lama menerapkan cara dalam pengelolaan uang yaitu menyisihkan uang secara khusus yang diperuntukkan sebagai biaya wisata yang di agendakan secara rutin.

Wisata sudah merupakan bagian dari keseimbangan hidup, dimana setelah kita melakukan rutinitas kerja yang memakan banyak tenaga dan pikiran perlu mengembalikan kesegaran badan dan pikiran.

Woles adalah sebuah kata atau ungkapan yang sedang trend yang kalau boleh saya mengartikannya secara bebas adalah dari kata Slow/selow, slow yang berarti santai dan selow berarti karena mempunyai waktu yang senggang, sehingga bila dikombinasikan adalah berwisata secara santai karena mempunyai waktu yang banyak

Kembali ke masalah wisata, sebagaimana paparan saya tersebut apakah kita juga sudah melakukan wisata dengan rutin agar terjadi keseimbangan dalam kehidupan kita ?

Apabila belum kenapa ?

Karena terkendala dengan faktor biaya ?

Untuk menjawab hal tersebut ada yang perlu kita sepakati dulu apakah wisata itu.

Menurut saya wisata adalah suatu kegiatan perjalanan atau aktifitas yang dapat menyenangkan dan menenangkan hati dan pikiran serta menyegarkan otak.

Nah, dengan tahu apa makna wisata itu kita jadi tidak ragu lagi untuk melakukan kegiatan wisata bahkan dengan melakukannya sesering mungkin, dengan syarat kita tahu cara melakuka hal tersebut, tahu cara melakukan kegiatan perjalanan wisata, tanpa mengeluarkan biaya yang banyak!

Lalu wisata semacam apakah itu ?

Nah, untuk hal tersebut saya ingin memperkenalkan sebuah komunitas yang sering melakukan aktifitas wisata dengan cara murah meriah dan menyenangkan.

Komunitas tersebut adalah komunitas Pitnik

Komunitas pitnik terbentuk memang belum lama yaitu pada tanggal 26 April 2015 atau hampir setahun yang lalu.

Sebagai ketua dari Komunitas Piknik adalah mas Andika Sukmono Aji, dan mas Eko sebagai sekjen, mas Bagus Budi Dewan Kasepuhan.

Selain itu juga ada divisi kewanitaan yang dipegang oleh ibu Nany Pantes, dan dilengkapi pula dengan Tim Kreatif yaitu mas Candra RN serta Humas mas Punto.

Lalu seperti apa bentuk wisata yang dilakukan oleh Komunitas Pitnik ?

Sebelum saya lanjutkan tentang apa aktifitas Komunitas Pitnik terlebih dahulu saya tambahkan bahwa Komunitas Pitnik yang awal keanggotaannya sekitar 30 orang ini juga mempunyai base camp yaitu di nDalem Rejokusuman, kampung Pilahan RT 39 RW 1 Kotagede Yogyakarta.

Perlu diketahui bahwa Pitnik adalah merupakan singkatan dari Ngepit itu Nikmat atau dalam bahasa Indonesianya bersepeda itu nikmat, yang ketika dimaknai secara statis berarti jangan sampai dengan bersepeda anda merasa disiksa dan jauh dari rasa nikmat yg mendalam baik secara fisik maupun 'ruh'

Nah sebagaimana tergambar dari kata Pitnik, bersepeda itu nikmat maka bentuk wisata yang dilakukan oleh komunitas ini tentu saja adalah berwisata dengan cara bersepeda, sehingga seperti yang saya katakan diawal bahwa wisata ini betul betul sangat murah karena kita hanya menggunakan sarana sepeda. Namun meski murah, wisata yang dilakukan Komunitas Pitnik ini begitu menyenangkan dan mempunyai nilai pembelajaran yang tinggi, baik pembelajaran bersosialisasi dengan sesama anggota pitnik maupun peserta yang ingin ikut berpartisipasi maupun pembelajaran saat berada di obyek wisata yang dikunjungi seperti pergi kebeberapa candi yang bisa dijangkau dengan mudah dan dinikmati dengan seksama dengan  bersepeda.

Memang, yang lebih ditekankan oleh Komunitas Pitnik saat berwisata dengan sepeda ini adalah tujuan ke tempat-tempat bersejarah berkait kelahiran NKRI atau situs-situs peninggalan nenek moyang nusantara yang mulai dilupakan orang atau pelan-pelan dihapus oleh sejarah. Akan tetapi juga sesekali untuk penyegaran mencari lokasi alam dengan semangat bercanda alam tanpa sedikit pun merusak alam.

Meski berwisata sambil belajar tentang banyak hal sehubungan dengan peninggalan sejarah, namun gaya bersepeda komunitas pitnik merujuk kepada 'aliran' woles, karena bagi  komunitas pitnik kayuhan yang woles akan diikuti pula oleh hati yang woles tidak kemrungsungan/tergesa gesa  atau sumeleh yang berujung pada kehidupan yang tentram, sebuah puncak kehidupan setelah melepaskan hingar-bingar dunia.

Adapun hal hal apakah yang didapat dalam kegiatan bersepeda komunitas pitnik baik oleh komunitas pitnik sendiri maupun pesepeda lain yang bukan anggota pitnik adalah sangat banyak,  salah satunya dari bersepeda bisa dipersaudarakan dengan sesama pesepeda, juga mengenal banyak tempat tempat bersejarah dan juga tempat  yang indah di daerah terpencil yang tidak bisa dijankau selain dengan bersepeda.

Sebagai contoh lebih detail tujuan wisata bersepeda itu diantaranya adalah  Pesanggrahan ambar ketawang, ekspedisi 5 masjid pathok negara milik kraton, candi candi di seputaran Prambanan, ,  candi plaosan, candi Sojiwan  yang sebagian masih ada yang berserakan maupun yang sudah  tertata tapi jarang di kunjungi, hingga bersepeda bersama spesial ziarah di pusara suci Jendral Sudirman yang  dilanjutkan 'nganggraito' perjuangan pangeran Diponegoro di bukit selarong.

Untuk bulan ini yang kebetulan adalah bulan dimana Komunitas Pitnik hampir genap 1 tahun pada tanggal 26 nanti, maka Komunitas Pitnik akan mengadakan kegiatan ulang tahun;  dimana dalam kegiatan nanti komunitas pitnik akan mengambil tema yang sedikit unik, yaitu  "bermewah-mewahan di.dalam kesederhanaan". Rangkainnya tentunya tidak jauh dari tema. Dalam kegiatan tersebut rencananya terlebih dahulu akan mengadakan 'kirab' alit dengan rute poros tengah garis imajiner, yakni tugu, kraton, dan panggung krapyak dan finish di suatu tempat yang nanti di dalamnya diselenggarakan pemotongan tumpeng, pembagian doorprize dan cindera mata kepada perwakitan komunitas, nonton bareng perjalanan selama 1 thn dan 'sarasehan' tokoh persepedaan Jogjakarta.

Rencananya tokoh persepedaan yang akan diundang oleh Komunitas yang menggunakan ikon yang meng adopsi dari tanda lokasi, tapi pada titik poinnya di beri gambar sepeda yang berarti komunitas pitnik tengah berada dilokasi dengan bersepeda  adalah mbah kung Endy sebagai yang dituakan karena pengalamannya bersepeda yang sudah banyak menjelajah berbagai penjuru itu ( baca juga Mbah Kung Endy juga Petarouring petarung yang rendah hati ), juga akan mengundang bapak Herry Zudianto walikota Jogja periode 2001 – 2011 yang sekaligus adalah pencetus Segosegawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambutgawe)

Dan yang menarik, peserta disuguhkan nasi bancakan, sebuah tradisi jawa setiap peringatan kelahiran jabang bayi, yang akhir-akhir ini makin dilupakan dan ada pula yang me'label'i sebagai sesuatu yg menyimpang dari ajaran agama.

Adapun untuk pendanaan ulang tahun komunitas Pitnik ini tidak ada sponsor sama sekali, mulai dari pendanaan maupun doorprise, seluruhnya murni dari anggota sebagai wujud handarbeni kepada pitnik sebagai bagian dari kehidupan mereka. Itulah yang dimaksudkan sederhan, sehingga semaksimal mungkin dan sekreatif mungkin agar yang sederhana bisa menjadi mewah ...

So,

Mari kalau Anda ingin berwisata dengan cara #woles, komunitas pitnik yang agenda rutin gowes bareng pitniknya setiap selapan pisan yang dikenal dengan sebutan GBMW (Gowes Bareng Minggu Wage) dengan senang hati akan menerima Anda bergabung berwisata bersama dengan cara  #woles ...

Selamat ulang tahun untuk sahabat sahabat Komunitas Pitnik

Salam gowes!

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas