Artikel

Kuliner Saji Sendiri Rasa Rumahan

Sabtu, 01 Oktober 2016 | 00:00:00

Bagi penikmat kuliner ada sebuah istilah makanan rasa rumahan, yang artinya masakan tersebut dimasak berdasarkan cara yang sudah turun temurun pada tempat tersebut baik bumbu bumbu masak dan cara pengolahannya, serta alat dan sarana memasaknya yang terbuat dari bahan tradisionil yaitu berupa kayu bakar atau sejenisnya, bukan kompor minyak ataupun gas.
Bahan bakar tersebutlah yang membuat rasa akhir menjadi lain. Sehingga kadang saat kita makan disebuah rumah makan ataupun restoran ada yang mengatakan bahwa rasanya kalau sudah hampir sama dengan yang dimasak di rumah berarti masakan tersebut memang sudah termasuk wajib direkomendasikan.
Untuk warung makan yang akan saya ulas sekilas ini juga termasuk dalam kategori diatas.
Lalu dimana dan menu apa sajakah yang disajikan di warung tersebut ?

Saya ingin mengawalai penjelasan saya dengan mengatakan bahwa saya bisa tahu warung ini pada saat saya bersepeda bersama beberapa teman di seputaran Bantul selepas melihat Festival gerobak Sapi 2016 beberapa saat yang lalu.
Untuk itu bagi Anda semua yang kebetulan mempunyai rencara bersepeda kearah sekitaran Bantul, maka Anda bisa menyempatkan mampir ke Warung tersebut.
Nah, mengenai menu warung tersebut Anda bisa melihat di gamabar berikut ini, yaitu diantaranya adalah menu andalannya berupa mangut lele dan Sego Gudeg Pawon.


Mengenai tempatnya, Anda akan sangat mudah menemukannya yaitu persis di belakang arah selatan kampus ISI. Atau bisa melalui jalan yang agak mudah yaitu apabila Anda berada diposisi kampus ISI silahkan Anda bisa menuju kerah selatan sedikit sekitar 150 meter, apabila Anda menjumpai jalan pertama kearah barat yang dimana terdapat Kantor Pos silaahkan arahkan perjalanan Anda kebarat hingga menemukan pertigaan jalan. Dan dipertigaan jalan tersebut silahkan arahkan perjalanan Anda kekiri sekitar 200 meter ada gang ke arah kanan atau utara maka akan terlihat tulisan warung mangut lele tersebut.
Hanya saja karena gang masuk ke warung tersebut berupa gang kecil maka hanya bisa di akses dengan sepeda dan sepeda motor .
Satu hal, meskipun warung tersebut terkesan “nylempit” (tersembunyi) namun banyak peminat yang mencarinya, seperti juga saat saat saya datang kesana, pembeli cukup ramai meski tidak berdesakan.
Nah, bagi Anda yang ingin mencoba bisa segera menyempatkan diri kesana. Terutama bagi yang sedang ada acara gowes didaerah Bantul, karena dengan makanan yang menunya dengan mengambil sendiri, kita bisa bebas mengambil seberapa banyak porsinya, baik nasi maupun lauk pauknya, sesuai kemampuan perut kita ha ha

Selamat mencoba

 

Kalau yang ini jangan salah baca yaaa ... ini bukan restoran tapi rektorat ISI ... ha aha

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas