Artikel

Mari Gowes di Desa Wisata yang Memang Sangat Yesss!!!

Senin, 23 Februari 2015 | 11:21:00

Perjalanan bersepeda menyusuri jalan-jalan desa,sungguh sangat menyenangkan, apalagi dikanan kiri jalan berjajar pohon-pohon salak yang kian menambah indahnya suasana.

Begitu juga saat perjalanan bersepeda menyusuri desa berganti melewati persawahan yang menghampar di sepanjang perjalanan, pemandangan terlihat begitu asri.

Demikianlah sekilas perjalanan bersepeda saya dan beberapa teman dalam rangka membuat route untuk rencana “Wisata Sepeda” yang diadakan pada beberapa saat yang lalu oleh Dinas Pariwisata Jogja dengan tujuan utama memperkenalkan Situs Sorowulan atau yang sering disebut masyarakat setempat Srowulan.

Menyebut desa Sorowulan kita tidak bisa lepas untuk menceritakan juga tentang pasar Sorowulan; ya pasar Sorowulan yang dibangun pada tahun 1921 adalah pasar yang dibangun dalam rangka untuk mengabadikan nama bapak Sayuti Melik, pengetik naskah Proklamasi yang lahir di Sorowulan. Pasar Sorowulan sendiri mempunyai banyak fungsi antara lain adalah sebagai Pasar Kasultanan, Pasar Pemerintahan dan merupakan cikal bakal Kecamatan Pakem serta sebagai pasar Perjuangan, dikatakan sebagai pasar perjuangan dikarenakan saat perang dunia kedua pejabat dan pejuang mengungsi di Sorowulan sebagai tempat  penyusunan strategi dan logistik. Di pasar ini dulu juga sering diadakan kesenian rakyat tradisionil dan religius secara rutin.

Pasar Sorowulan juga sering disebut sebagai pasar Kasultanan Sorowulan karena didirikan Kraton Yogyakarta sebagai kembaran Pasar Ngasem. Jadi Pasar Sorowulan ada nilai histories yang sangat panjang sekali.

Seperti yang saya sampaikan diawal tulisan ini, saat perjalanan bersepeda berkeliling di area desa Sorowulan di perjalanan kami sempat mampir berlama-lama pula di sebuah desa Wisata yang sangat asri yaitu desa Kembangarum; didesa ini terhampar persawahan yang begitu luas; yang ditengah-tengahnya dialiri sungai tempor yang begitu jernih dan terjaga kebersihannya. Kejernihan sungai ini dikarenakan warga setempat sangat mematuhi aturan setempat yang melarang membuang sampah di sembarang tempat.

Yang paling unik, disekitar persawahan tersebut disediakan bale-bale yang mirip dengan gazebo tradisional Jawa untuk beristirahat. Bale bale tersebut sangat bersih dan terawat. Salah satu gazebo bahkan dibuat dari kayu jati dan memang tampak kokoh, serta jauh lebih ‘mewah’ dari bale-bale pada umumnya.

Pengunjung yang datang disini akan dijamu dengan berbagai makanan tradisionil.

Saat tiba makan siang akan dihidangkan menu dengan lauk ala pedesaan. Sayur lumbu (daun talas) ditemani dengan telur, tempe, dan krupuk gendar. Makan siang yang sederhana tersebut mampu melengkapi kenyamanan suasana pedesaan yang dirasakan

Dan yang paling menggelitik adalah motto desa Kembangarum yaitu : “Anda datang senang; pulang pintar”. Hal tersebut dikarenakan desa Kembangarum juga telah berkembang sebagai desa Wisata Pendidikan yang bisa terlihat dalam foto yang saya sertakan bersama tulisan ini, yaitu berupa adanya perpustakaan alam yang berdiri diatas gubug sederhana tapi sangat cocok untuk belajar dengan kesegaran pikiran yang bisa terjaga oleh karena suasana sekitar.

Selain sebagai wisata pendidikan, kembang arum juga dikembangkan juga sebagai desa wisata pertanian, perkebunan, wisata air, perikanan, pemukiman, seni budaya, kuliner, dan outbound. Yang tidak kalah menariknya adalah wisata perfilman. Sudah banyak film/feature yang dibuat di Desa Wisata Kembang Arum ini seperti Si Bolang, Wisata Kuliner, Jelang Siang.

Sekitar 27 film yang sudah dibuat dan ditayangkan oleh RCTI, TPI, Indosiar, TVRI Jogja, dll.

Untuk yang ringan-ringan tapi sangat menghibur adalah sering diadakannya berbagai lomba unik  untuk meramaikan acara di Kembangarum. Seperti lomba balap sepeda onthel di pematang sawah, sambil membawa rumput yang diikatkan pada bagian belakang sepeda. Lalu lomba ngluku, atau dikenal dengan membajak sawah. Lomba ini ditujukan bagi para wisatawan yang berkunjung.

Untuk penginapan desa Kembangarum juga memberikan fasilitas penginapan. Bisa tinggal bersama warga setempat atau menyewa rumah yang disediakan. Sekitar 10 rumah tradisional siap disewakan bagi pengunjung yang berminat.

Demikian sedikit gambaran tentang Situs Sorowulan dan desa wisata Kembangarum yang dalam waktu dekat ini akan ada acara wisata sepeda yang digagas oleh Dinas Pariwisata Jogjakarta serta direncanakan akan diikuti oleh berbagai komunitas sepeda di Jogja…

Jadi, bila Anda ingin bersepeda sambil berwisata ditempat yang nyaman dan asri sambil menapaki sejarah perjuangan bangsa kita, mari persiapkan sepeda Anda dari sekarang untuk gowes bareng-bareng di situs Sorowulan dan desa Kembangarum yang memang asri dan banyak gadis yang cantik-cantik dan arum …

Have a nice a pit …

Dari berbagai sumber

http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/05/27/mari-gowes-di-desa-wisata-yang-memang-sangat-yesss-150603.html

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas