Artikel

Menikmati bersepeda dengan cara #woles dan menyenangkan

Kamis, 20 Oktober 2016 | 00:00:00


Tanggal 29 Oktober 2016 yang akan datang saya mendapat undangan dari mas Gunawan Nusantara, seseorang yang sudah melakukan touring keliling Indonesia agar bisa ikut berpartisipasi pada acara Bikecamp di Sapuangin, dimana acara ini merupakan satu rangkaian dari kegiatan pengibaran seribu bendera merah putih dalam rangka merayakakan hari Sumpah Pemuda.


De Javu,
Demikian pertama kali yang ada dalam pikiran saya. Sebuah pengalaman sekitar satu tahun yang lalu yang kembali teringat dan akan terulang; saat saya melakukan Bikecamp bersama teman teman, dimana pada saat itu acara berlangsung atas prakarsa Eiger Yap Square Yk yang mengundang juga dua legenda hidup petouring Lintas Benua yaitu Bambang Hertadi Mas alias Paimo dan mbak Aristi Prajwalita.
Namun kali ini saya bukan ingin bercerita tentang dua legenda hidup tersebut karena sudah banyak tulisan dan bahkan buku tentang dua legenda hidup tersebut yang tersedia dan bisa Anda nikmati baik di media online maupun membelinya di Toko Buku.
Kali ini saya ingin menceriterakan sisi lain yang juga tidak kalah menarik dan bermanfaatnya bagi kita, terutama bagi yang mempunyai hobi bersepeda, terlebih bagi yang tidak bisa bersepeda dengan cepat, bersepeda untuk dinikmati secara perlahan dan seksama
Dan, berikut ini adalah tullisan saya selengkapnya ...

Pengarahan sebelum pemberangkatan di Eiger Yap Square Yk

Acara bikecamp saat satu tahun yang lalu diawali dengan melepas start dari Eiger Yap Square Yk sekitar jam 07.00 WIB setelah ada beberapa penjelasan dan pembagian group beserta marshal masing masing grup.
Saat itu marshal di Grup saya adalah mas Rofi Miftahul Fadhli yang begitu sabar mengawal dan mengawasi satu persatu dari kami sehingga dalam perjalanan kami merasa sangat aman dan nyaman, tidak takut tertinggal dengan yang lain.

Pos pemberhentian pertama di Pabrik Gula Gondang Winangoen


Pos pemberhentian pertama kami adalah di pabrik gula gondang dimana saat kami tiba disana sekitar jam 08.48 WIB atau sekitar satu setengah jam perjalanan dari Jogja, kami bisa melepas penat, haus dan dahaga untuk kemudian sebelum melanjutkan ke pemberhentian terakhir kami diberi kesempatan untuk berkeliling melihat lihat pabrik Gula Gondang yang termasuk pabrik dengan bangunan kuno.
Nah, setelah selesai berkeliling pabrik gula Gondang, disinilah cerita sebenarnya baru dimulai karena selepas dari tempat ini perjalanan ke sapuangin dari polsek Gondang adalah merupakan sebuah perjalanan yang cukup panjang, berkelok dan menanjak.
Terus terang, saat itu saya tidak melanjutkan perjalanan dengan bersepeda dikarenakan selain saya sudah merasa kecapaian dan badan saya yang kurang fresh, haemoroid saya sudah mulai bermasalah.
Saya melanjutkan dengan menaiki mobil termasuk sepeda saya juga dinaikkan mobil alias loading ...
Saat melanjutkan perjalanan dengan mobil tersebut, saya yang ada di belakang berkali kali menyalip teman teman yang melanjutkan perjalanan dengan bersepeda. Di kelokan dan tanjakan yang cukup lumayan tersebut ada yang bersepeda dengan kecepatan penuh, ada yang sedang dan ada juga yang agak lambat ataupun santai.
Namun saat itu yang saya bayangkan adalah kalau saya melanjutkan perjalanan dengan bersepeda, saya tidak tahu jam berapa saya akan sampai dan bagaimana efek bagi tubuh saya bila harus saya paksakan.
Singkat cerita, setelah berkali kali saya menyalip akhirnya sampailah ditujuan yang tidak lama berselang ada juga beberapa orang yang bersepeda dengan cara cepat sampai pula.
Setelah beristirahat cukup sambil juga memasang peralatan tenda, maka acara dimulai selepas maghrib. Acara berbagi pengalaman baik suka maupun duka dari dua legenda petouring antar benua.

Rombongan yang bersepeda dengan cara sangat santai yang langsung diminta untuk berada didepan para pesepeda berdiri bersama dua legenda


Di sela sela acara tersebut sebentar sebentar pembawa acara mengumumkan bahwa masih ada beberapa peserta yang belum sampai di tempat dan posisinya pun dari satu posisi ke posisi berikutnya juga disebutkan
Pengumuman tersebut diluar dugaan ternyata justru malah mendapat sambutan dari semua peserta bikecamp berupa tepuk tangan yang berkepanjangan. Demikian juga saat setelah beberapa peserta yang datang belakangan datang sekitar jam 20.55 WIB dan diminta untuk berdiri didepan semua peserta sambil membawa sepeda mereka masing masing tepuk tangan panjang dan suasana riuh terdengar kembali .
Apa sih istimewanya mereka dan mengapa mereka justru mendapat sambutan hanagat berupa tepuk tangan yang berkepanjangan ?
Saat mereka belum datang ada perbincangan kecil diantara kami bahwa kelompok ini memang terkenal begitu santainya saat melakukan perjalanan bersepeda, sampai dibilang bahwa setiap tikungan bila ada warung kopi mereka beristirahat untuk menikmati seruputan kopi sambil berbincang bincang untuk kemudian melanjutkan perjalanan kembali dan berhenti untuk diteruskan kembali sehingga mereka terlihat begitu santai dan menikmati perjalanan bersepeda mereka.
Yang perlu diketahui, pengalaman bersepeda mereka sebenarnya sudah panjang, bahkan kebanyakan mereka adalah para petouring yang sering melakukan perjalanan bersepeda dalam jarak yang cukup jauh, sehingga bahwa keterlambatan mereka atau lebih tepatnya kedatangan mereka yang selang waktunya cukup panjang dari yang lain tersebut bukan karena mereka tidak sanggup melakukan hal yang sebaliknya akan tetapi mereka memang benar benar ingin menikmati perjalanan tersebut “dengan cara mereka”, dengan cara yang nyaman, dengan cara yang sering saya istilahkan dengan kata #woles.
Lalu, apa pelajaran yang bisa kita petik dari hal yanag saya uraikan diatas ?
Selain kesehatan, bersepeda dilakukan untuk banyak hal dan diantaranya adalah menikmatinya dengan menyesuaikan kemauan dan kemampuan masing masing.
Selain hal diatas,bisa kita bedakan pula bahwa pesepeda ada yang sudah menjadi hobi lama akan tetapi ada pula yang baru melakukannya dan ingin melakukan hal yang lebih atau dalam bentuk lain semacam bikecamp misalnya akan tetapi ragu dikarenakan takut bayangan akan banyak kendala terutama harus ada target waktu sehingga harus bisa menyelesaikan sebuah jarak dalam kecepatan yang sudah ditentukan yang mengakibatkan harus memforsir tenaga.
Nah, dengan telah membaca uraian saya diatas maka bagi Anda, yang menurut Anda sendiri masih dalam kategori sebagai pesepeda masih pemula, Anda bisa melakukan hal yang sama seperti teman teman diatas, cobalah bersepeda dengan cara Anda sendiri, dengan mengukur kemampuan Anda sendiri.
Andaikata Anda ingin melakukan perjalanan yang jauh ataupun perjalanan menanjak, saya yakin Anda bisa melakukannya, meski harus banyak berhenti ataupun menuntun. Dan itu bukanlah hal yang tabu, yang penting lakukanlah hobi bersepeda Anda dengan lebih menitik beratkan pada bagaimana Anda bisa menikmatinya dengan lebih nyaman, aman dan gembira, tanpa terpengaruh oleh target lain yang justru akan mempengaruhi kesenangan Anda, karena kita semua bukanlah atlet yang harus memenuhi sebuah terget.
Hanya saja satu hal yang perlu Anda catat, bahwa untuk melakukan hal seperti diatas, Anda harus mempunyai waktu yang lebh panjang. Akan tetapi andai bersepeda bagi Anda sudah termasuk sebagai kegiatan rekreasi yang menyehatkan, kenapa tidak mencoba untuk meluangkan waktu untuk itu. Sebab berwisata dengan sepeda juga menarik kok, bisa melihat berbagai pemandangan yang indah, yang tidak bisa dijangkau dengan mobil ataupun sepeda motor.
Jadi,
Karena Anda sudah tahu rahasianya, maka nikmatilah hobi bersepeda Anda dengan cara woles dan menyenangkan.

Cusss!!

Pemandangan di sapuangin yang begitu indah.

Ada kenanagan yang tak kan terlupa di Sapuangin, bunga Mawar menjadi saksinya ...

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas