Artikel

Menumbuhkan kebersamaan, kehangatan dan romantisme secara sederhana

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 00:00:00

Bagi sebagian orang atau mungkin masih banyak orang bersepeda adalah sebuah aktifitas yang melelahkan, membuat badan jadi lebih hitam, bahkan bersepeda tidak bisa membuat orang melakukan aktifitas yang romantis; andai ada itu hanyalah sekedar cerita Film lama Galih dan Ratna yang diperankan oleh Rano Karno dan Yessi Gusman; demikian anggapan beberapa orang.

Era film lawas dengan judul Galih dan Ratna adalah film yang menceritakan tentang percintaan dua insan dengan latar kesederhanaan dimana Galih dan Ratna apabila bercinta, kemana mana dan disetiap kesempatan selalu menggunakan sepeda barangkali untuk saat ini adalah sebuah kejadian yang langka di dunia nyata, semacam cerita romantisme yang sudah tidak relevan untuk konsumsi kebanyakan orang saat ini, sebuah aktifitas kehidupan dan percintaan yang  sekedar cukup untuk cerita saja, bukan di dunia nyata, karena hal tersebut terlalu melankolis dan jauh dari rasionalitas modernitas saat ini yang semuanya ingin serba cepat. Karena memang laju modernitas yang begitu cepat saat ini oleh kebayakan orang disikapi pula dengan reaksi yang serba cepat pula, termasuk dalam hal melakukan kegiatan sehari hari, diantaranya adalah bersekolah, bekerja hingga melakukan rekreasi; sehingga makna rekreasi yang sebenarya adalah sebuah kesenangan yang seharusnya dinikmati dengan perlahan harus pula dilakukan dengan cepat dan bahkan kadang terkesan tergesa.

Oleh karena itulah aktifitas rekreasi tersebut seolah begitu cepat pula berlalu dan kesannya menjadi kurang begitu mendalam.

Namun pada akhir akhir ini  muncul semacam kesadaran untuk melakukan (kembali) sebuah aktifitas rekreasi yang benar benar bisa dinikmati dengan sepenuhnya dan kesan yang mendalam serta dengan cara yang sederhana pula. Selain itu, aktifitas tersebut juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kehangatan dan romantisme ...

Lalu seperti apa aktifitas yang sepertinya hanya ada dalam film lawas Galih dan Ratna yang dibintangi oleh Rano Karno yang sekarang menjadi Gubernur Banten dan Yessy Gusman yang sekarang aktif di bidang penyebaran ilmu melalui perpustakaan ?

Untuk menghilangkan rasa penasaran Anda, silahkan simak dan ikuti wawancara saya dengan beberapa pasangan, baik pasangan yang sudah resmi maupun yang belum resmi dimana PDKT nya justru dilakukan dengan cara mengajak bersepeda bersama, yang saya rangkum dalam sebuah tulisan berikut ini, wawancara dengan pasangan pasangan Galih dan ratna yang sebenarnya, Galih dan ratna di abad milenium ini :

Pasangan yang pertama adalah pasangan yang lebih sering melakukan aktifitas bersepeda secara berdua/berpasangan dari pada berkelompok dan setiap saat selalu kompak sampai ke hal yang detail yaitu masalah kesamaan pakaian yang dikenakannya. Mereka adalah pasangan mas Jito dan istrinya.

Mas Jito, pria kelahiran 15 Mei 1967 mengatakan bahwa bersepeda pada intinya adalah untuk berolahraga dan berwisata, membuang kepenatan pekerjaan di rumah. Sehingga mas Jito jarang ikut event event sepeda karena bagi mas Jito berdua event bersepeda justru serasa melelahkan. Bersepeda berpasangan adalah pilihan paling disukai mas Jito dimana aktifitas tersebut bisa memupuk kebersamaan, kehangatan dan juga romantisme; kebersamaan disaat menemui kendala kerewelan sepeda atau ban bocor yang harus dipecahkan bersama, kehangatan dan romatisme karena bisa berada di sebuah tempat yang keindahananya bisa dinikmati berdua.

Selain hal tersebut juga bisa merasakan kepuasan batin bersama karena bisa sampai ke puncak bersama dan secara tidak langsung juga sambil memupuk iman, dimana mereka bisa bersyukur bersama atas segala karunia keindahan yang telah diberikan oleh Tuhan.

Disaat melakukan aktifitas bersepeda bersama ini, mas Jito dan pasangannya selalu mematikan HP dengan maksud agar aktifitas bersepeda mereka berdua tidak terganggu.

Tidak lupa pengalaman perjalanan bersepeda ini selalu diunggah oleh mas Jito dengan maksud untuk mengajak pasangan pasangan lain untuk melakukan hal yang sama, berolahraga sambil ber rekreasi. Atau paling tidak mengajak orang orang berolah raga bersama pasangan, entah apapun olahraga tersebut; karena sehat adalah merupakan idaman semua orang.

Meskipun mas Jito sering melakukan aktifitas bersepeda berdua namun mas Jito juga senang bila bisa bersepeda dengan teman teman yang lain karena banyak canda tawanya, tapi di kesempatan yang lain mas Jito juga sering mengajak pasangan yang lain melakukan hal yang sama.

Mengenai waktu, anak anak mas Jito memberikan kebebasan penuh, namun mas Jito sudah mempunyai cara untuk memilih waktu tersebut sehingga aktifitas bersepeda berdua ini tidak mengganggu keluarga, dimana disaat sore hari selalu ada waktu berkumpul dengan keluarga, bercanda bercerita sambil memecahkan masalah bersama sekeluarga.

Agar makin banyak yang termotivasi untuk bersepeda, mas Jito sering meng unggah foto foto berdua saat bersepeda; selain hal tersebut foto foto tersebutdi unggah untuk memerkenalkan tempat tempat wisata yang bisa dijangkau dengan sepeda. Namun kebanyakan tujuan yang dipilih  oleh suamai yang istrinya juga giat melakukan aerobik ini adalah tempat yang jauh dari kendaraan bermesin.

Tentang sering diadakannya funbike dengan memperebutkan hadiah mas Jito menganggap bahwa peserta funbike lebih berharap hadiah dan melupakan tujuan bersepeda; dimana bahwa sesungguhnya bersepeda bukanlah rivalitas melainkan untuk kesehatan dan rekreasi dan memupuk kebersamaan ; bahkan kehangatan dan romantisme.

Untuk pasangan kedua yang saya temui adalah pasangan Pak Dodinho Prianggo dan bu Martina.

Pak Dodinho yang adalah admin dari Bangirejo Bicycle Club lebih akrab dengan panggilan pak RT oleh teman teman pesepeda karena memang menjabat sebagai ketua RT dikampungnya.

Sejak kecil pak RT sudah suka bersepeda bahkan karena senangnya bersepeda tidak mengenal waktu selama beberapa saat sepeda pak RT pernah di rantai. Untuk kemudian setelah itu sedikit vacuum dan kembali getol bersepeda sejak sekitar 5 tahun yang lalu. Untuk aktifitas kesehariannya pak RT memang tidak selalu menggunakan sepeda, akan tetapi kadang berangkat bekerja sekali waktu juga menggunakan sepeda, begitu juga untuk bermain atau sekedar keliling kota; karena menurut pak RT dengan sepeda terasa simple, nyaman dan woles (santai) serta lebih gesit dan tidak terkena macet.

Bersepeda bagi pak RT adalah juga bertujuan untuk olahraga, rekreasi dan juga beredukasi secara murah. Tujuan yang lainnya untuk mengenalkan ke semua orang bahwa bersepeda itu asyik dan membuka pikiran orang kalau bersepeda bukan berarti kita miskin. Hahahahaha

Saat saya tanya apa hal yang paling berkesan saat bersepeda, pak RT mengatakan bahwa hampir semua kegiatan bersepeda kecuali Fun Bike, semuanya berkesan karena bisa mengenal teman baru “Tambah teman tambah saudara”.

Berbicara tentang beda bersepeda dengan teman teman saja dan bersepeda dengan pasangan adalah bila bersama teman kita bisa bersenang-senang tetapi alangkah lebih senangnya bila pasangan kita bisa ikut agar bisa eksis berdua, memupuk kebersamaan, kehangatan dan juga memupuk romantisme.

Tidak hanya berdua saja, beberapa kali pak RT, istri dan anak bersepeda bersama. ini dilakukan untuk aktifitas olahraga, jalan-jalan dan bersenang-senang. Dengan bersepeda bersama keluarga bisa merasakan kehangatan dan kegembiraan di setiap kayuhan walaupun jaraknya pendek dikarenakan membawa putrinya yang kecil.

Selain itubisa memberikan edukasi yang sepele yang mungkin orang lain tidak mengindahkan; seperti cara menghormati antar pemakai jalan, arti rambu-rambu, dan masih banyak lagi yang mungkin berguna kelak. Intinya, bersepeda bersama juga mengajarkan keuntungan bersepeda pada putrinya.

Selain bersepeda aktifitas yang dilakukan pak RT bersama keluarga kecilnya adalah jalan-jalan, dan apabila sat liburan biasanya membersihkan rumah bersama. Manfaatnya. Makin mempererat hubungan rumah tangga .

Apabila saat bersepeda pak RT sering mengabadikan dan mendapatkan photo sesi dan sering dipajang di media sosial sebetulnya bertujuan untuk menggugah teman-teman yang lainnya dimana kadang mereka menyepelekan kegiatan bersepeda. Selain itu untuk memotivasi orang atau teman-teman yang lainnya agar menyukai aktivitas bersepeda demi kesehatan dan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar beserta kendaraan bermotor .

Untuk itulah keluarga memberi kebebasan dan mendukung penuh setiap aktifitas berepeda pak RT dengan syarat bisa membagi waktu untuk keluarga dan bersepeda.

Hmmm sebuah kebersamaan yang menyenangkan untuk keluarga pak RT, baik saat bersepeda dengan pasangannya saja, terlebih juga saat bersama keluarga …

Sebuah aktifitas yang bias menumbuhkan kebersamaan, kehangatan dengan cara yang sederhana

Untuk pasangan yang ketiga yang saya temui kali ini adalah pasangan mas Made yang sampai saat ini statusnya adalah pasangan yang sedang merencanakan akan melangsungkan pernikahan.

Meski namanya Made namun pria berumur 28 tahun ini asli kelahiran Sleman. Pria yang mengenyam pendidikan di Sanata Dharma prodi Pendidikan Matematika ini  saat ini bekerja di Sanata Dharma juga sebagai staff laboratorium pembelajaran Matematika.

Mas Made menggunakan sepeda sebagai aktifitas keseharian sudah sejak SD dan sudah menjadi sebuah kebutuhan. Hanya saja untuk aktifitas gowes yang lebih inten dilakukan baru sejak tahun 2010 dengan rute beberapa candi.

Hanya saja karena rutinitas kerja saat ini, yang dulu dilakukan lebih sering sekarang hanya sebatas hari Minggu atau hari libur saja. Adapun aktifitas bersepeda ini dilakukan selain untuk olahraga juga untuk mencari spot spot bagus untuk foto foto sekalian rekreasi  di tempat tempat yang belum pernah dikunjungi sambil mencoba kuliner di warung warung kecil.

Dan, yang paling utama bagi mas Made adalah aktifitas dengan sepeda bisa menjadi sesuatu yang mengasyikkan untuk PDKT (pendekatan) pada pacarnya; dimana dengan sepeda bisa menguji si calon dengan gaya hidup sederhana, gaya yang beda yaitu bila biasasanya PDKT dengan naik kendaraan bermesin seperti motor/mobil sedangkan yang ini dengan nggenjot sepeda ...

Menurut mas Made gaya atau cara ini sangat sederhana tapi quality timenya sangat tepat apalagi sehabis gowes mampir ke warung warung kecil simbok simbok yang tidak semua wanita bersedia karena sebagian mengatakan tidak higienis dan semacamnya.

Saat bersepeda berpasanganpun bagi mas Made ada sesuatu yang berbeda, yaitu tidak sembarang bersepeda atau dalam istilah mas Made tidak “pethakilan”, sedikit menjaga sikap. Saat bersepeda disertai pasangan dan bersama pasangan ada sesuatu yang lain pula, yaitu bisa memotivasi pasangan untuk bertahan dan makin meningkatkan jarak tempuh dan tantangan gowesnya, dengan cara yang santai yaitu saling meledek dengan maksud saling memotivasi.menurut mas made, asyiknya gowes bersama pasangan adalah bias selfi bersama, itung itung nyicil belajar foto prewed … inilah yang paling romantic dan memotivasi sehingga rasa lelah tidak terasa karena kalau sendiri harus memikirkan pacar di rumah sedang apa. Pokok nya have fun and romantic kata mas Made

Satu hal lagi pelajaran berharga yang dipetik mas Made saat bersepeda berdua adalah ketika saat gowes ada sedikit masalah teknis itulah saatnya untuk menguji bagaimana mas Made dan pasangannya memecahkan masalah, mulai dari yang sederhana hingga nanti saatnya berkeluarga; juga si cewek tidak penasaran dengan hobi cowoknya, jadinya agar ada saling keterbukaan pada berbagai hal …

Meskipun demikian selain bersepeda berdua mas Made kadang meluangkan waktu untuk hal lain untuk traveling dengan memakai kendaraan umum dengan tujuan untuk saling lebih mengetahi lebih dalam lagi kepribadian dan pola pikir masing masing, termasuk tentang hobi bersepeda, mengapa bukan hobi lain yang lebih wahh, karena mas Made yang sebentar lagi akan menginjakkan kakinya berdua ke jenjang perkawinan sudah merasa bukan anak muda lagi yang waktunya tak harus dihabiskan ke mall atau nongkrong nngkrong yang tidak bermanfaat melainkan lebih baik melakukan aktifitas hobi diatas, dengan segenap makna yang menyertainya, bahwa hidup itu seperti bersepeda; apabila saatnya jalan mulus bolehlah kita menikmatinya sambal tetap berbagi, apabila menanjak, bolehlah kita beristirahat untuk menata diri dan apabila jalan menurun kita juga harus hati hati …

Selain dari ketiga pasangan tersebut, pada dokter Aristi Prajwalita Madjid saya sempatkan juga untuk menanyakan tentang apa manfaat bersepeda berpasangan.

Menurut dokter Aristi yang lebih suka diisebut pelayan kesehatan ini manfaat bersepeda berpasangan sangat banyak jika disikapi dengan baik. Kalaupun ada friksi kecil di jalan, sebisa mungkin dijadikan bahan pelajaran, bukan justru bahan pertengkaran yang mencari mana yg baik dan benar. Sebenarnya banyak manfaat seperti menambah kehangatan, saling mempelajari sifat pasangan di saat under pressure, di saat lelah marah-marah bagaimana satu sama lain belajar mengolah ego dan emosi mereka untuk hasil yang baik.

Begitu juga bersepeda dengan keluarga, dampaknya adalah pasti menambah kekompakan sekeluarga, meningkatkan kesabaran orang tua terhadap anak dan sebaliknya. Menambah rasa dekat antara orang tua dan anak dengan melakukan kegiatan yang sama, mengajari kemandirian dan disiplin tanpa merasa didikte.

Dan yang paling utama lagi adalah mempunyai keluarga yg sehat jiwa raga, sebab raga sehat biasanya diikuti dengan jiwa yang sehat pula, jiwa yg gembira juga berefek pada raga.

Nah, kapan lagi kalau tidak sekarang Anda lakukan hal yang sama ?

Memupuk kebersamaan, kehangatan dan bahkan romantisme secara sederhana

Salam sehat

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas