Artikel

Pahlawan Sampah

Kamis, 22 Oktober 2015 | 00:00:00

Mengawali tulisan saya kali ini ada sebuah cerita kecil yang ingin saya sampaikan terlebih dahulu pada Anda semua; bahwa saat saya meng edit gambar yang akan saya pergunakan untuk menyertai tulisan ini, ketika ada beberapa sahabat muda saya melihat gambar itu ada beberapa lontaran pertanyaan dan pernyataan, diantaranya adalah :

~ Oom itu siapa ya ... apa yang dia lakukan ?

Setelah saya beri jawaban maka kalimat pernyataan selanjutnya adalah

~ Oom, manis ya orangnya, begitu juga dengan apa yang dikerjakannya ... titip salam ya ...

Demikian salah satu pertanyaan dan pernyataan yang disampaikan pada saya. Hal yang hampir sama juga dikatakan sahabat sahabat wanita saya yang kebanyakan masih muda ...

Nah, agar Anda tidak penasaran siapa dan apa yang dilakukan pada seorang yang akan saya ulas saat ini, silahkan ikuti hasil wawancara/perbincangan saya yang langsung saya rangkum dalam tulisan berikut ini ...

Sosok yang saya tampilkan kali ini adalah seorang yang masih muda, lincah dan selalu menebarkan senyum; senyum yang manis tentunya.

Sosok tersebut adalah seseorang yang lahir pada 21 tahun yang lalu dengan nama Willian Bike, sebuah nama yang cukup enak didengar; perpaduan nama asli yaitu Willian dan nama tambahan “Bike”, kata tambahan di belakangnya yang dipergunakan karena kegemarannya pada sepeda sejak kecil.

Meski masih tergolong muda namun mas Willian Bike selain kuliah di Universitas Widyatama Fakultas Desain grafis  juga sudah bekerja pula sebagai guru lukis.

Namun yang akan saya bahas kali ini bukan tentang kuliah maupun tentang profesi guru lukisnya melainkan tentang kegiatan lain yang sedikit berbeda dan jauh dari dunia formalitas, yaitu tentang kegiatannya yang berhubungan dengan masalah sampah. Dimana mas Willian Bike adalah orang yang pertama kali mencetuskan untuk melakukan bersih bersih sampah di kota Jogja secara rutin dengan menamai kegiatan tersebut dengan istilah “garuk sampah”.

Kenapa memakai istilah “garuk Sampah” dan bukan istilah yang lain mas Willian Bike menjelaskan bahwa garuk sampah dimaksudkan mengambil/memnersihkan tapi dalam cakupan yang banyak/menyeluruh; meski kata banyak tentu saja sangat relatif karena keterbatasan tenaga/personil yang ikut dalam kegiatan yang di prakarsai mas Willian tersebut.

Mengenai personil yang ikut dalam kegiatan cakupannya cukup luas, diantaranya adalah mahasiswa dan pelajar SMA dan juga SMP; namun yang cenderung lebih aktif adalah pesepeda karena rata rata mereka adalah teman bersepeda mas William Bike.

Untuk aktifitas garuk sampah dilakukan dengan cara berbeda beda, kadang naik sepeda motor, tapi lebih sering dengan sepeda dengan teman teman sepeda anggota rekrutan baru.

Adapun aktivitas garuk sampah pertama kali dilakukan mas Willian Bike di kota Yogya, bersama dengan teman teman Komunitas Umbulharjo Ngepit (Umpit), awalnya yang ikut hanya beberapa yang berempati setelah beberapa saat berlangsung makin banyak yang ikut berpartisipasi untuk melakukan garuk sampah, diantaranya adalah dari RBIB ( Rumah Belajar Indonesia bangkit) dan EDUAKSI, kegiatan garuk sampah juga  dilakukan di sekitaran tempat tinggal mas William, dimana aktifitas tersebut dilakukan sejak kelas 2 SMA. Aktifitas tersebut tidak sebatas di kota Jogja melainkan juga sudah dilakukan dibeberapa kota diantaraanya adalah Semarang dan Bandung.

Saat saya tanyakan apabila  personil berkurang, bagi mas Willian, berkurangnya personil tidak akan menyurutkan semangatnya, karna mas Willian berpegang teguh pada pedoman hidupnya, karna mas William yakin masyarakat mampu berubah meskipun tidak instan, meskipun lama mas Willian tetap akan berusaha ...

Sebuah semangat dan konsistensi yang patut kita acungi jempol!

.

Sebelum perbincangan saya lanjutkan saya bertanya pada mas Willian Bike, kenapa melakukan aktifitas garuk sampah yang bagi banyak orang “masih” dipandang sebelah mata ini, apa motivasi melakukan aktifitas tersebut, kenapa garuk sampah dan bukan aktifitas yang lain ?

Atas pertanyaan ini mas Willian Bike menjelaskannya secara gamblang bahwa mas Willian melakukan hal tersebut karena justru masyarakat sudah tidak perduli dengan hal sekecil ini, membiarkan anak-anak mereka terbiasa dengan membuang sampah sembarangan. Tidak memperdulikan tempat tinggal kita, BUMI INI.

Selain hal tersebut karena mas Willian sering melihat sampah berserakan dijalan-jalan, ditaman yang menjadikan kota itu kumuh, maka dari itu langsung turun tangan bersama teman-teman untuk membersihkan kota dan menyadarkan masyarakat; dengan satu tujuan ingin membuat masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan, agar mereka mengurangi dan tidak membuang sampah sembarangan, karna bumi ini sudah membutuhkan pertolongan dan perhatian.

Saat melakukan aktifitas garuk sampah mas Willian seringkali melihat orang membuang sampah sembarangan; untuk itu mas William memberi arahan agar tidak membuang sampah sembarangan dan menasehati mereka. Dan respon mereka bermacam macam, ada yang hanya diam, ada juga yang menyepelekan, ada yang berterima kasih sudah di tegur dan diingatkan, ada juga yang memberi alasan macam-macam. Sederhana saja menanggapi tanggapan masyarakat, "aku akan merubah 1 orang untuk perduli, dan orang itu akan merubah 1 orang untuk perduli, dan itulah pedoman hidup saya. Jadi dalam jangka panjang masyarakat akan sadar, karna kita bukan sekedar memungut sampah, melainkan kita juga mengajarkan masyarakat untuk perduli akan sampah, jadi mereka akan mengurangi sampah sendiri-sendiri bukan kita.... “ demikian penjelasan mas William

Harapan mas Willian yang lain adalah agar banyak anak-anak  amuda yang perduli dengan lingkungan meskipun tidak ikut serta dalam kegiatan garuksampah, setidaknya melakukan aktifitas seperti ini dilingkungan tempat tinggalnya dan dimanapun berada, di sekolah maupun tempat tempat wisata; lebih lanjut mas Willian berharap juga agar masyarakat bersedia tertib membuang sampah pada tempatnya, dan yang paling diharapkan mas Willian adalah  orang tua yang memiliki anak balita dapat mengajarkan anak mereka tentang membuang sampah pada tempatnya.

Pendapat masyarakat di berbagai kota yang dikunjungi mas Willian, mereka salut dan kagum dengan yang dilakukan, meski kadang kala ada juga masyarakat yang mengira aktivitas tersebut adalah hukuman dari dosen, atau mengira acara dari salah satu stasiun tv.

Aktifitas garuk sampah di Jogja yang di rintisnya, meski saat ini mas William sedang tidan berada di Jogja; perkembanganya sediki-sedikit mas Willian tetap tahu, karna selalu mendapat informasi dari sahabatnya yaitu mas Bekti Maulana yang sekarang menjadi kordinator kegiatan garuk sampah, dan di yakininya kegiatan hal tersebut akan terus berkembang. Dan itu terbukti karena makin banyak juga para sukarelawan dari berbagai komunitas dan lapisan masyarakat  bergabung dan silih berganti ikut berpartisipasi dalam aktifitas garuk sampah yang sudah berlangsung hampir 20 kali secara rutin.

Sebelum mengakhiri perbincangan saya dengan mas Willian saya sempatkan untuk menanyakan satu hal, bahwa apakah aktifitas ini bisa dikaitkan dengan belajar mencintai tanah air secara sederhana, mas Willian Bike menjelaskan bahwa meski aktifitas ini terkesan sangat sederhana sekali akan tetapi tetap ada hubungannya dengan rasa mencintai tanah air, karena aktivitas sederhana ini menunjukan bahwa kita menghargai tanah air dengan membuat lingkungan yang bersih dan asri, negara yang nyaman bersih sehingga selain akan membuat lingkungan sehat juga bisa membuat para wisatawan betah tinggal di tanah air.

.

Dan sebagai penutup mas Willian punya satu pesan, dan pesan tersebut adalag sebagai berikut :

" ... mulailah menjadi guru dalam diri sendiri dan menjadi guru bagi orang lain, guru yang memberi contoh sederhana namun mampu merubah dunia, jangan takut memungut sampah dan membuangnya ke tempat sampah, karna 1 contoh akan berguna bagi orang banyak ... “

.

Saat ini mas Willian Bike sedang tidak ada di Jogja, namun seperti yang dikatakan mas Willian, bahwa teman teman aktifis Garuk sampah di Jogja masih tetap konsisten bergerak mebersihkan sampah dengan terus mencari inovasi baru, bagaimana agar aktifitas tersebut lebih efektif dan efisien untuk di tangkap “isi pesannya” oleh yang berada di sekitar lokasi garuk sampah dan masyarakat luas.

Maka, meski mas Willian Bike sedang tidak berada di Jogja, meski mas Willian Bike entah di kota mana; spirit atau semangatnya tetap selalu terjaga.

Dan karena mas Willian Bike sering kemana mana, dimana disetiap kota yang disinggahinya selalu melakukan aktifitas bersih bersih sampah, maka secara otomatis semangatnya juga semakin bergaung luas.

Semangat seorang yang pantang menyerah, bak seorang pahlawan.

Pahlawan bersih bersih sampah!

Salut kami semua mas Wlllian Bike!

Berikut ada beberapa foto aktifitas Garuk Sampah di Yogyakarta yang dirintis oleh mas William Bike

# Beberapa personil garuk sampah Yogyakarta sebelum memulai aktifitasnya

 

# Mereka sedang beroperasi mencari sampah di setiap sudut

# Salah satu cara mengangkut  sampah yang terkumpul adalah dengan sepeda, seperti yang dilakukan mas Bekti Maulana II dengan sepeda kostumnya

 

# Bahkan banyak anak anak yang ikut serta dalam aktifitas ini ...

bagaimana dengan Anda ?

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas