Artikel

Pemandu pemandu kecil yang tangkas dan energik

Senin, 26 September 2016 | 00:00:00

Bepergian ke suatu tempat dengan melewati jalur yang bukan biasa digunakan dan belum kita ketahui apalagi memalui jalur yang lebih menarik dan menantang bagi saya itu merupakan sebuah petualangan, entah itu petualang yang kecil ataupun besar.

Nah, kali ini saya ingin menceritakan sedikit tentang petualang kecil saya dengan bersepeda yang sedikit spesial karena petualang kecil saya ini dipandu oleh beberapa pemandu kecil dimana salah satunya adalah anggota Komunitas Pitnik Jogja yang menamakan dirinya di akun Facebooknya dengan nama Mbah Syafi’i.
Meskipun memakai sebutan mbah namun pemandu saya tersebut masih terhitung muda .
Tujuan perjalanan bersepeda saya adalah ke Stadion Sultan Agung Bantul untuk melihat Festival Gerobag Sapi.
Adapun janji awal bertemu adalah di selatan Brimob Gondowulung, akan tetapi karena saya akan berangkat dari tugu mbah Syafi’i yang sebenarnya bertempat tinggal tidak jauh dari tempat tujuan, justru malah menuju Tugu terlebih dahulu dengan alasan selain ingin bareng berangkatnya juga karena mbah Syafi’i lebuh suka bila bisa bersepeda tidak hanya dalam jarak yang dekat, karena dalam penjelasannya mbah Syafi’i suka bersepeda dalam jarak yang “jauh”.


Begitulah, sejak berangkat dari tugu di sepanjang perjalanan meski mbah Syafi’i memakai sepeda kuno dengan single speed bagi saya yang suka bersepeda santai , cara mengayuhnya terhitung cepat sehingga kadang dia berhenti menunggu saya yang masih lumayan jauh dibelakangnya.


Perjalanan bersepeda ini saya sebut sebuah petualangan kecil karena selepas jalan aspal yang biasa dilalui saya meminta mbah Syafi’i untuk lewat jalan blusukan yang cukup menarik dan menyenangkan karena sepi , tenang dan sejuk .
Cukup menarik juga cara pemandu pemandu kecil saya tersebut memilih jalan blusukan, ada kelokan ada genangan air ditanah, ada jembatan bambu dan juga jembatan kecil lain yang sebenarnya sangat indah untuk diabadikan; namun hanya karena cara mengayuh sepedan pemandu pemandu kecil saya tersebut cenderung cepat maka saya cukup keteteran juga saat ingin mengabadikan momen momen tersebut, bahkan saya sempat tertinggal dan keliru memilih jalan sendiri. Meskipun demikian pemandu pemandu kecil saya tersebutcukup tangkas untuk balik kanan, mencari dan menjemput saya agar bisa bersepeda bersama sama lagi.
Karena jarak Jogja ke Stadion Sultan Agung memang tidak terlalu jauh, maka kami segera sampai ke tujuan.
Hal yang ingin saya sampaikan di postingan saya kali ini adalah bahwa meski pemandu pemandu saya tersebut masih terhitung muda bahkan masih bocah, mereka ternyata tetap penuh energi dan juga improvisasi. Dan sepertinya untuk blusukan blusukan didaerah bantul yang lebih jauh lagi, mereka bisa kita andalkan.
Jadi, kalau Anda ingin blusukan di daerah pemandu pemandu kecil saya jangan ragu untuk mengajak mereka sebagai pemandu, hitung hitung juga kita bisa saling mengasah ilmu.
Mereka mengasah ilmu menjadi marshal masa depan, kita mengasah ilmu untuk berlatih sabar pada anak anak.
Terima kasih mbah Syafi’i, jangan kapok ya lain waktu untuk memandu saya blusukan lagi
Salam gowes!

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas