Artikel

Primasta, cerdas cantik dan selalu prima saat melalap tanjakan

Selasa, 16 Juni 2015 | 00:00:00

Sangat menyenangkan bisa berbincang dengan gadis cantik dan cerdas bernama lengkap Primasta Mahardika Kristami atau sering dipanggil dengan mbak Prima. Setiap jawabannya selalu jernih dan jujur sehingga jawabannya begitu clear. Salah satu contoh adalah  pandangannya tentang apa yang disebut “kekinian”. Bahwa kekinian itu bukanlah sesuatu yang penuh gaya, gaya yang cenderung mengajak kita berpikir kearah yang absurd sehingga terbersitlah untuk mengajak anak muda kembali berpikir kearah yang realistis, yang dalam bentuk kata kurang lebih ajakannya secara singkat seperti ini :

There're so many beautiful place outside mall & cafe guys. So come on go with me!

Nah, bila Anda ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang motivasi, semangat dan pandangan hidupnya dibalik kesenangan melakukan aktifitas menaklukkan tanjakan dengan sepeda, ikuti perbincangan saya dengan mbak Prima yang langsung saya rangkum dalam sebuah tulisan berikut ini ...

Gadis cantik kelahiran 8 Agustus yang saat ini tengah mengambil studi S1 jurusan Akuntansi di STIE ini suka bersepeda sejak tahun 2012, dimana penyebabnya adalah melihat ayahnya yang juga gemar bersepeda untuk kemudian minta dibelikan sepeda.

Karena kesibukan kuliahnya yang saat ini sudah memasuki semester akhir, maka kegiatan bersepedanya hanya dibatasi pada hari Sabtu dan Minggu saja, namun meskipun hanya sabtu dan Minggu, setiap perjalanan bersepedanya selalu menantang dan menimbulkan adrenalin yang tinggi, terutama saat bersepeda dengan komunitas eNTe singkatan dari Nanjak terus.

Akan tetapi bukan hanya karena alasan tersebut mbak Prima sering bersepeda dengan eNTe, alasan lainnya adalah karena mbak Prima lebih senang melakukan perjalanan bersepeda yang menyatu dengan hijaunya daun, rimbunnya pohon dan udara yang bersih, bebas dari kebisingan dan hiruk pikuk kendaraan bermesin; karena sejatinya mbak Prima yang saya kenal sekitar empat tahun yang lalu di WALHI saat mengadakan kegiatan IJOLAN SAMPAH sangat menyukai alam. Jadi saat bersepeda uphill ataupun downhill (blusukan) mbak Prima sangat menikmatinya karena bisa menyatu dengan alam, sehingga mbak Prima sangat tidak suka bila diajak gowes on road lewat jalan raya yang penuh polusi, yang katanya selain bisa membuat pusing juga bisa membuat cepat keriput ...

Adapun aktifitas bersepeda mbak Prima yang menurut saya sangat luar biasa adalah saat tujuannya ke Kalibiru, menurut cerita mbak Prima perjalanan itupun juga unforgetable, karena sangat menguras tenaga. Agenda bersepeda yang baru kali kedua bersama eNTe Jogja yang notabene semua anggotanaya sudah sangat mumpuni dalam bersepeda jarak jauh. Sementara mbak Prima masih dalam hitungan newbie (orang baru), belum piawai melakukan shifting gear, belum bisa mengatur ritme pedaling dan ritme pernapasan. Dan dengan jalur yang dilewati untuk menuju Kalibiru merupakan rute rolling yang jalannya naik turun yang benar benar menguras tenaga.

Bagi saya yang hanya sekedar mendengar ceritanya saja, melihat jarak tempuh dan tingkat kesulitan medan yang cukup tinggi tersebut sangat tidak masuk akal ketika ditempuh dengan keberangkatan sekitar jam 06.00 dengan hanya istirahat sebentar dan foto foto di gardu pandang dengan properti sepeda; makan pagi yang sekaligus makan siang dan sholat, untuk kemudian dianjutkan perjalanan pulang, dan sampai dirumah Jam 15.00 !!!

Maka tidak heran bila mbak Prima mengatakan kakinya serasa mau copot semua, apalagi kamarnya ada di lantai 2, sehingga untuk naik kamar mbak Prima harus ngesot, demikian juga dengan turun tangga, sangat sulit.

Dan untuk merecovery stamina ambak Prima memerlukan waktu sekitar 3 hari.

Namun dibalik semua itu, ada satu hal yang menjadi catatan, sejauh yang saya ketahui, mbak Prima lah yang pertama kali berfoto ria di gardu pandang Kalibiru.

Mengenai tanjakan dan turunan, menurut mbak Prima ada kesan yang berbeda.

Untuk uphill mbak Prima menganggap hal itu sebagai latihan fisik dan mental, karena ketika melihat tanjakan yang tinggi dan curam biasanya merasa lelah terlebih dahulu akan tetapi mbak Prima mempunyai metode bagaimana cara mengatasinya agar tidak memikirkan rasa lelah dan malas menanjak tersebut dengan tetap melakukan kayuhan pertama, dan dari kayuhan pertama tersebut akan menyebabkan kayuhan kayuhan selanjutya yang pada akhirnya proses tersebut akan membawa hingga ke puncak. Semacam menikmati (proses) setiap kayuan tanpa berpikir untuk (segera) sampai puncaknya terlebih dahulu ...

Dan latihan mental dan cara memandang seperti itu diusahakan diterapkan juga dalam kehidupan sehari hari mbak Prima dalam menggapai mimpi dan cita cita.

Ternyata pengalaman mbak Prima hampir mirip pengalaman saya saat pertama kali menemukan tanjakan curam dan tak berujung, saya juga pernah mendapat sebuah nasehat dari kawan seperjalanan bersepeda saya; bahwa sebaiknya kita menikmati saja  proses setiap kayuhan demi kayuhan, disertai dengan canda tawa meski penuh peluh dan keringat, tanpa perlu tergesa untuk sampai kepuncaknya!

Untuk downhill, mbak Prima lebih suka menyebutnya dengan istilah blusukan karena kalau downhill sebutan untuk olahraga sepeda downhill dan mbak Prima belum berani mencobanya karena juga belum punya sepedanya

Blusukan pertama kali dilakukan mbak Prima di trek Tritis diatas Turgo Bike Park bersama JHB (Jogja Happy Bikers) dan eNTe Jogja; saat itu mbak Prima merasa belum maksimal saat menikmati trek blusukan karena fisik sudah lelah setelah melakukan uphill di perjalanan Jogja sampai Turgo.

Baru pada blusukan yang kedua di klangon dan kaliadem mbak Prima merasakan pacuan adrenalin yang sangat sangat membuat ketagihan. Dan blusukan tersebut mengajari tentang bagaimana untuk fokus dan yakin terhadap sesuatu, sebab jika tidak fokus dan yakin maka akan bisa mengakibatkan jatuh dan cedera. Hal itupun juga diterapkan dalam kehidupan sehari hari, tentang bagaimana untuk fokus dan yakin dalam melakukan segala sesuatu, jika fokus dan yakin, maka akan berhasil.

Sebuah hobi yang bukan hanya dijalani begitu saja melainkan juga selalu diambil sisi sisi positifnya dan menjadi sebuah filosofi yang sangat bermanfaat untuk perjalanan hidup ke depan.

Saat saya tanya apa pernah bersepeda sendiri dan bagaimana kesannya, ada dua jawaban mbak Prima; sangat asyik apabila sedang ingin menikmati kesendirian akan tetapi terasa menjenuhkan dan membuat “bete”  justru saat ingin bareng teman teman akan tetapi tidak ada yang bisa diajak bersepeda bareng bareng.

Dan saat saya tanyakan kesan kesan lain sehubungan dengan aktifitas kesukaan bersepedanya secara rinci mbak Prima mengurutkannya sebagai berikut :

Pertama, Blusukan di trek Klangon dan Kaliadem sehingga membuat ketagihan

Kedua, Gowes ke Curug Gedhe yang uphill nya sangat meletihkan karena diluar perkiraan mbak Prima (termasuk saya yang saat itu juga diajak mbak Prima) karena jaraknya ternyata cukup jauh dan tanjakan tak berujung dari sebelah atas rumah DOM teletubis hingga sampai hampir ke gunung Purba Nglanggeran. Sebuah uphill yang kata mbak Prima sangat melumpuhkan

Akan tetapi dari perjalanan bersepednya, hampir semuanya berkesan di hati; karena bertemu dengan teman-teman baru yang baik-baik dan lucu-lucu yang bisa saling berbagi suka dan duka dalam bentuk canda dan tawa serta kebersamaan.

Selain ha tersebut adalah jadi bisa tahu propinsi DIY sampai ke pelosok pelosoknya dengan segenap keindahannya yang orang lain belum tentu bakal bisa sampai dan menikmatinya, itu karena dari kegiatan bersepeda/gowes itu. Jadi tahu tempat-tempat wisata yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan saat sebelum sering melakukan kegiatan gowes.

Pokonya all trip was incredibly amazing!!! katanya penuh antusiasme

Untuk kegiatan bersepedanya mbak Primasta Mahardika Kristami mengabadikan dan mendokumentasikannya di instagram @pimaprima because every moment is precious .
Semua itu diabadikan karena ingin memotivasi anak-anak muda masa kini, diantaranya adalah banyak teman-teman kuliahnya yang di “komporin” agar  ikut dan melakukan aktifitas gowes yang memang sangat mengasyiikan tersebut;  supaya mereka tidak melulu ikut-ikutan jadi "orang kekinian".

There're so many beautiful place outside mall & cafe guys. So come on go with me!

Mengenai perkembangan bersepeda di Jogja menurut mbak Prima menunjukkan tren yang positif. Makin banyak yang terkompori dan suka bersepeda. Hanya saja  para pesepeda tersebut sekedar bersepeda disaat weekend ketika arus lalu lintas tidak seburuk ketika weekdays. Mbak Prima  juga sangat tidak menyarankan untuk bersepeda dijalan utama meskipun jalan tersebut sudah ditandai garis garis kuning untuk jalan sepeda (itu lahan full buat parkir mobil sekarang katanya). Berbahaya banget jika bersepeda di kota jogja seperti sekarang ini. Sedih melihatnya!

Berbincang pada hal yang lebih santai, mbak Prima bercerita bahwa ayahnya adalah seorang yang sangat tegas dan keras; tidak segan segan untuk menghukum anaknya jika dipandang salah; salah satu contoh adalah saat ini jam bersepeda mbak Prima dibatasi hanya sampai jam 12 siang karena diminta untuk fokus dan konsentrasi dengan kuliahnya yang sudah pada tahap semester terakhir. Tapi hal tersebut justru malah membuat mbak Prisma termotivasi untuk bisa menyeimbangkan antara bersepeda dan kegiatan akademik.

Sedangkan pendangan mbak Prima terhadap ibunya, bahwa ibunya adalah merupakan sosok yang sangat luar biasa tangguh dan hebat, sedangkan adik adiknya yang mempunyai karakter berbeda antara satu dengan yang lainnya justru membuat mbak Prima menyayangi mereka. Mbak Prima berharap bahwa kegiatannya bersepeda tersebut bisa menjadi contoh yang positif bagi adik adiknya.

Yach, mbak Prima adalah salah satu contoh wanita yang cantik dan cerdas dan juga beruntung karena berada pada sebuah keluarga yang sangat harmonis dan menyenangkan, namun tetap disiplin dan fokus pada setiap tahap pejalanan hidup bagi masing masing anggota keluarga satu terhadap yang lain.

Saya selalu merindukan kesempatan untuk bersepeda dalam waktu yang lama dengan Anda mbak Prima, bukan sekedar sampai jam 12.00 kalau bisa, tapi justru karea itu saya mendukung untuk sementara ini biarlah mbak Prima fokus untuk satu hal lain dulu seperti yang telah diamanaahkan kedua orang tua Anda, dan jam 12.00 sudah dirumaah adalah pilihan paling tepat saat ini.

Dan, bukan hanya adik adik mbak Prima saja yang akan mencontoh mbak Prima, kamipun semua akan mencontohnya.

Terima kasih waktunya untuk sebuah perbincangan yang sangat hangat bermanfaat dan mencerahkannya ini.

Salam hangat dan hormat saya

Salam kebanggaan kita semua :

Salam gowes!

Komentar Untuk Berita Ini (1)

  • Eko Sutrisno HP Senin, 22 Juni 2015

    Mbak Prima memang prima semangat dan daya tahannya. Luar biasa :-) Salam Gowes

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas