Artikel

Rahasia Menjadi Komunitas Yang Besar

Sabtu, 19 November 2016 | 00:00:00

Berkumpul dengan sahabat yang mempunyai hobi sama terasa sangat menyenangkan, kita bisa berbagi cerita tentang pengalaman kita menggeluti hobi tersebut. Maka dari itu munculah perkumpulan perkumpulan yang mewadahi sebuah hobi yang sekarang terkenal dengan istilah komunitas.
Karena seringnya berkumpul dengan berbagai komunitas terutama komunitas sepeda, saya jadi mempunyai banyak pelajaran.
Meskipun saya sudah mendapatkan pelajaran seperti yang saya katakan diatas, dan dari pengalaman saya sendiri yang pernah mengambil inisiatif untuk mengajak bersepeda bersama dalam jumlah yang banyak dengan tujuan yang saya tentukan yang ternyata juga diikuti dengan jumlah yang lumayan banyak yaitu antara 25 sampai 100 orang, saya tetap belum berkeinginan untuk membentuk sebuah komunitas, dan juga belum menjadi anggota dari salah satu komunitas dengan alasan :

.
1. Belum mempunyai waktu yang luang untuk mengurusi agenda rutin komunitas
2. Bisa bebas mengikuti agenda bersepeda dari berbagai komunitas yang otomatis bisa menambah sahabat makin banyak
3. Sebagai orang yang suka menulis saya jadi bisa lebih obyektif berbicara tentang komunitas manapun.


Dengan alasan diatas, melalui tulisan ini saya ingin sedikit memaparkan tentang bagaimana rahasianya membuat sebuah komunitas menjadi besar berdasarkan apa yang sudah saya lihat dan alami sendiri.


Komunitas terbuka dan tertutup


Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam pembentukan sebuah komunitas secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu grup atau komunitas terbuka dan tertutup.
Untuk komunitas terbuka biasanya tidak banyak aturan yang mengikat sehingga kemungkinan untuk menjadi sebuah komunitas yang besar dalam artian anggotanya bisa banyak dan dari berbagai latarbelakang adalah lebih mudah, sebagai salah satu contoh saja adalah JLFR (Jogja Last Friday Ride); meskipun bukan sebuah komunitas akan tetapi karena kegiatan JLFR tidak mempunyai banyak aturan termasuk didalamnya soal keamanan dan kesadaran berlalu lintas karena memang semua sudah dianggap dewasa, maka kegiatan yang diawali hanya oleh beberapa orang tersebut bisa mencapai ratusan orang dan bisa bertahan sampai lama. Bahkan menurut saya inilah sebuah kegiatan yang begitu fenomenal di daerah Jogja yang belum ada kegiatan rutin lainnya yang bisa menyamai, bahkan kegiatan ini menyebar menjadi sebuah kegiatan dibeberapa kota lainnya menyusul kegiatan JLFR ini.


Untuk komunitas tertutup saya membaginya dalam dua kategori.


Yang pertama adalah kategori yang benar benar tertutup yaitu hanya bisa diikuti oleh anggota yang sangat terbatas, yaitu hanya orang orang yang satu instansi misalnya, atau mungkin juga yang anggotanya hanya wanita semua.
Yang kedua semi tertutup; saya sebut semi tertutup karena saya belum menemukan istilah yang pas. Tapi sebagai salah satu contoh saja adalah Komunitas sepeda tua misalnya, dimana komunitas tersebut beranggotakan pesepeda yang memakai sepeda tua atau mereka sering menyebutnya dengan sepeda onthel. Nah, meskipun komunitas tersebut mengatakan sepeda jenis lain boleh ikut akan tetapi biasanya kalau sepedanya berbeda maka ada rasa sungkan sehingga ada semacam pembatas yang tidak kentara yang menutup kemungkinan pesepeda yang mempunyai jenis sepeda bukan onthel untuk bergabung secara rutin.

Sebelum melanjutkan ke bab lain yang bisa membuat komunitas menjadi besar dan beranggotakan banyak perlu saya tekankan bahwa saya tidak mengatakan banyak dan sedikitnya anggota komunitas adalah menunjukkan baik buruknya komunitas karena ada juga komunitas yang justru menghendaki jumlahnya dikarenakan pertimbangan tertentu.

Membentuk divisi

Adalah lebih baik bila bisa mempunyai divisi yang bisa dibagi divisi arah mata angin yaitu barat timur selatan dan utara yang bisa mewakili  perwilayah dalam hal mengkoordinir penyebaran info, pengkoordiniran peserta saat berlangsung kegiatan bersepeda, bahkan salah satu divisi tersebut bisa juga mewakili komunitas bila diundang oleh komunitas lain untuk bersepeda bersama,  disebabkan hanya bisa dijangkau oleh salah satu divisi dikarenakan jarak tempuh yang tidak memungkinkan bagi divisi yang lain.

Divisi divisi inipun adalah sebuah peluang untuk menarik dan menambah keanggotaannya yang ada di area divisi tersebut karena orang akan lebih senang apabila bisa bersepeda ke suatu tempat dengan ada barengannya dari tempat tinggalnya.

Nah dari tambahan anggota masing masing divisi yang kemungkinannya orang tersebut juga memberikan informasi kepada temannya yang lain, apabila digabungkan maka pertambahan peserta akan makin banyak. Sebuah cara yang sangat efektif dan efisien.

Membuat orang merasa ikut memiliki

Agar anggota merasa senang, merasa at home di komunitas tersebut dan selanjutnya akan mengajak yang lain, satu hal yang perlu dilakukan, yaitu membuat mereka merasa ikut memiliki, tentu saja hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah selalu “ngaruhke” .

Cara lain adalah bisa nylondoh/mengambil hati pada para pinisepuh atau yang mempunyai potensi menggalang masa ataupun anggota lagi.

Jauhkan berbicara masalah politik

Yang agak sepele tapi bisa berpengaruh adalah sebaiknya jangan berbicara tentang fanatisme politik apalagi masalah kepercayaan, karena akan membuat orang berpikir lagi untuk bergabung sebab orang tersebut tidak suka berbicara masalah tersebut, dan sebaliknya sekeras atau se fanatik apapun orang dengan faham politiknya akan tetapi kalau ada komunitas garis lunak yang bisa mewadahi mereka maka mereka cenderung bisa menerima dan kemudian akhirnya bisa menyesuaikan

Jadikan ajang rekreasi yang menyehatkan

Terakhir, yang tidak kalah penting adalah buatlah kegiatan bersepeda menjadi hal yang menyenangkan. Selain sehat juga bisa menjadi ajang rekreasi dan silaturahmi. Tidak perlu berangkat dengan tergesa gesa sehingga kemungkinan malah ada yang tertinggal karena mengalami masalah dengan sepedanya misalkan ban bocor ataupun hal lain.

Selain itu juga bisa menikmati pemandangan indah di sekitarnya dengan seksama. Begitu juga saat sampai; sebisa mungkin jangan langsung tergesa pulang agar ajang komunikasi antar pesepeda untuk bersilaturahmi dan saling lebih mengenal dan merekatkan persaudaraan bisa semakin leluasa.

Demikian, ulasan berdasar pengalaman yang saya pelajari dari semua komunitas yang pernah saya ketahui, semoga bermanfaat

cuss!!

Berikut adalah gambar kegiatan bersepeda Komunitas Pitnik Jogja, yang didirikan sekitar satu setengah tahun yang lalu, dimana setiap kali mengadakan kegiatan bersepeda setiap hari Minggu Wage atau pada hitungan jawa diistilahkan dengan selapan yaitu 35 hari selalu diikuti ratusan peserta.
Sebuah kegiatan yang seperti FunBike saja. Dan memang menurut saya inilah the real Fun Bike, karena bersepeda tanpa membayar, tanpa mengharap hadiah ( yang muluk muluk) selain hati senang bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan teaman teman ataupun saudara yang banyak.

 

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas