Artikel

Satu lagi, wisata panorama dan tempat prewed yang bagus

Selasa, 24 Maret 2015 | 11:20:00

Sarapan bubur di warung legendaris "Bu Wied"

Andai Anda suka kuliner sambil berwisata atau barangkali mau prewed, maka inilah destinasi yang tepat buat Anda !

Yogya asal muasalnya adalah sebuah kerajaan dengan sejumlah bukti bukti peningalannya yang masih cukup banyak. Diantaranya adalah Kraton Jogja, makam raja raja di Kotagede maupun makam raja di Imogiri.

Nah, jalur wisata yang akan saya sampaikan ini adalah jalur yang melalui makam raja raja Imogiri, dimana makam imogiri adalah sebuah destinasi bagi para wisatawan baik wisatawan daerah maupun luar daerah, bahkan wisatawan mancanegara.

Pada setiap harinya selalu saja ada pengunjung datang, dan pada hari hari libur, makam Imogiri selalu banyak dikunjungi orang.

Bagi Anda yang belum pernah pergi ke Makam Imogiri untuk mencarinya tidak begitu susah, Andai Anda sudah tahu terminal Umbulharjo Yogya, maka Anda tinggal menuju kearah selatan, sekitar perjalanan 12 km dari  terminal apabila Anda sudah menemukan pertigaan  yang ditengahnya ada pohon besar, silahkan Anda belok kekiri; Anda akan menjumpai makam tersebut setelah sekitar 2 KM lagi.

Karena rute jalur ini tidak terlalu jauh, maka saya ingin bercerita tentang wisata keindahan panorama ini dengan cara perjalanan menggunakan sepeda, karena dengan sepeda bukankah kita bisa lebih menikmati pemandangan indah dengan perlahan dan seksama ?

Seperti biasa, andai saya bepergian dengan sepeda bersama teman teman, tempat berkumpulnya adalah di Tugu Yogya sekitar jam 06.00 s/d jam 06.30 WIB.

Karena perjalanan bersepeda ke Imogiri  dengan kecepatan sedang memerlukan waktu sekitar 1 jam, maka perjalanan bersepeda sampai di makam raja raja Imogiri sekitar Jam 07.30 WIB, jam yang pas untuk sarapan pagi; dimana di makam Imogiri pada jam jam seperti itu sudah banyak warung warung yang menyediakan makanan. Yang terkenal dan banyak pembelinya adalah rumah makan Bu Wied yang menyediakan menu favorit bubur; juga pecel dan masih banyak makanan rumahan khas yang lain.

Cara makan di rumah makan bu Wied sangat bervariasi, bisa memilih  duduk di kursi atau di gazebo, juga bisa memilih lesehan dengan mengelar tikar di bawah rindangnya pohon, sehingga bisa mendapatkan suasana yang santai karena bisa makan dialam bebas, menikmati semilirnya angin pepohonan sekitar.

Selesai dengan sarapan perjalanan bersepeda saya lanjutkan ke tujuan utama, yaitu menikmati panorama indah dan tempat prewed yang sangat bagus; yaitu jembatan gantung selopamioro! Sebuah rute perjalanan yang akan lebih berkesan bila Anda melakukannya dengan mempergunakan sepeda! Kenapa lebih berkesan dengan sepeda ?

Ada beberapa alasan, diantaranya adalah :

Pertama, kita bisa menikmati keindahan panorama sepanjang perjalanan dengan perlahan dan seksama!

Kedua, kita bisa mengabadikan panorama sekitar dengan cara mengambil gambar dengan latar sepeda yang kelihatan lebih menyatu dengan alam dari pada dengan kendaraan bermesin!

Meskipun demikian rute perjalanan ini bisa di tempuh dengan sepeda motor, sedangkan kalau ingin memakai mobil; agak kesulitan untuk sampai ke tujuan utama, yaitu jembatan gantungnya.

Oh ya, makam Imogiri pun sebenarnya adalah juga sebuah tujuan wisata budaya, sejarah dan bahkan spiritual yang sangat menarik, tapi karena kali ini saya  ingin menyampaikan tentang tujuan wisata panorama dan melihat tempat prewed yang bagus maka untuk wisata  budaya, sejarah dan spiritual di makam imogiri akan saya sampaikan pada tulisan yang akan datang.

Keindahan panorama sawah terasiring di perbukitan.

Untuk rute menuju jembatan gantung kita kembali menuju pertigaan yang kita lewati tadi, yang kalau dari arah utara apabila ke makam Imogiri kita belok kekiri sedangkan untuk ke jembatan gantung Selopamioro kearah kanan.

Ikuti kelak kelok jalan utama sambil menikmati pemandangan sekitar. Dalam jarak sekitar 3 KM apabila Anda sudah menemukan SMPN 2 diarah kiri, silahkan Anda berbelok dan ikuti jalan yang saat ini sudah diaspal bagus. Disinilah panorama indah baik perbukitan dan hamparan sawah yang luas maupun udara segar mulai bisa kita nikmati.

Dan menjelang sampai ke jembatan selopamiro kita bisa menikmati keindahan yang makin membuat kita takjub, yaitu pemandangan perpaduan antara persawahan lengkap dengan terasiring di punggung bukit.

Disinilah saatnya bila melakukan perjalanan dengan sepeda beristirahat dan berlama lama, menikmat keindahan panorama; dan tentu saja banyak mengambil gambar!

Setelah puas mengambil gambar persawahan terasiring yang berada di desa Kedung Miri bantul, perjalanan dilanjutkan menuju ke jembatan gantung selopamioro, perjalanan yang hanya tinggal sekitar 2 KM.

Sepanjang  perjalanan, selain kita bisa melihat kita bisa melihat  panorama terasiring yang alami, kita juga bisa melihat jernihnya air sungai, mendengar suara kicauan burung dan merasakan denyut aktivitas penduduk lokal . Sebuah pengalaman perjalanan yang tak akan terlupakan.

Jembatan gantung Selopamioro

Jembatan selopamioro, tujuan utama kita kali ini adalah sebuah jembatan penghubung antara desa Kedungmiri Sriharjo dengan desa kedungjati Selopamioro

Sebuah jembatan yang sangat membantu masyarakat sekitar sebagai penghubung.

Dan, dari atas jembatan gantung selopamioro inilah kita bisa menikmati kelokan sungai oya sambil mengambil foto.

Bila mengambil foto dengan latar jembatan akan lebih bagus bila foto couple; karena  keindahan jembatan yang mempunyai panjang 70 m dan lebar 2 meter ini memang biasa digunakan untuk foto couple, bahkan prewed!

Ya, karena tempat ini memang menjadi tujuan utama bagi yang ingin melakukan pengambilan foto prewed! 

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas