Artikel

The Man Behind The Gun

Kamis, 28 Mei 2015 | 00:00:00

The man behind the gun, segala sesuatu tergantung pada manusia yang mempergunkan alat tersebut.

Nah, kali ini saya ingin membuat sebuah tulisan tentang salah satu sahabat sesama penghobi bersepeda yang menurut saya adalah tepat menjadi bahan tulisan saya ini.

Mas Putra Perdhika Siwy atau sering disebut mas Siwi pemuda berusia sekitar 25 tahunan yang saat ini bekerja di bagian sablon finishing percetakan JENARES Jl Godean KM 6,5 Nglarang Sidoarum Godean Sleman ini adalah seorang yang bagi saya patut untuk diacungi jempol, karena dalam beberapa hal mas Siwy bisa membuat sebuah karya yang nilai artstiknya melebihi dari orang kebanyakan, selain hal tersebut, banyak kegiatan positip yang juga dilakukan oleh mas siwi.

Lalu apa kegiatan kegiatan positip yang dilakukan selama ini dan hasil karya artistiknya yang perlu kita acungi jempol ?

Mari kita simak bersama perbincangan saya dengan mas siwi yang langsung saya rangkum dalam bentuk tulisan berikut ini ...

Mas siwi mengaku sudah suka bersepeda sejak berada di bangku SMP, hanya saja mulai lebih giat lagi dan terpublish sejak awal mulanya mengikuti kegiatan JLFR (Jogja Last Friday Ride) dan awal mula berdirinya komunitas GNC.

Dalam keseharian pun saat bekerja mas Siwi selalu mempergunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari hari yang menurutnya lebih asyik dan nyaman. Dan, karena perasaan nyaman dan asyik tersebut maka mas Siwi sangat suka dengan kegiatan JLFR dan juga komunitas sepeda lain, dimana disana bisa berjumpa dengan berbagai komunitas, berjumpa dengan kawan baru dan banyak penggiat sepeda yang bisa saling mng inspirasi.

Selain kegiatan diatas, mas Siwy juga membentuk klub WHIRWHEEL YK yang diikuti 2 jenis sepeda yaitu Fixegear dan Roadbike yang lebih dikenal dengan sebutan balap, di klub ini ritme bersepedanya lebih cepat. Klub ini mengajak siapa saja yang memakai 2 jenis sepeda tersebut. Kata mas Siwi, klub ini kesannya memang benar benar gila karena saat bersepeda bersama, bila ada yang melambat pasti ditinggal; meskipun nantinya tetap ditunggu saat finish ataupun di tikungan tikungan jalan. Tetapi dengan mengikuti kegiatan ini bisa mengukur kemampuan kita. Seberapa kuat kita melawan track tanjakan, flat maupun menurun.

Saat saya tanyakan bagaimana kesannya saat bersepeda sendiri tanpa ada teman untuk berbincang, jawaban mas Siwi adalah bahwa karena bersepeda sendiri itu tidak pernah direncanakan sebelumnya alias mendadak atau saat senggang saja, yang kesannya sebetulnya malah lebih bebas dan tidak terikat walaupun merasa agak “Nglangut” (sepi) karena tidak ada yang diajak ngobrol ataupun saling ledek.

Saat bersepeda sendiri ini biasanya dilakukan di pagi pagi buta, mencari tempat yang luas dan menarik, biasanya di area pedesaan.

Nah, inilah saat paling menyenangkan bagi mas Siwi, karena inilah waktunya untuk berburu pemandangan, yaitu terbitnya matahari !

Disinilah saya ingin menekankan bahwa saat mas Siwi mengambil gambar gambar matahari terbit baik dalam bentuk wajah terlihat maupun Silhuet, hasilnya akan membuat kita terkagum dan berdecak. Begitu indah karya yang dihasilkannya, sehingga saat melihat, angan kita seperti dilambungkan keatas awan, syahdu ...

Inilah salah satu kelebihan mas Siwy dalam menghasilkan sebuah karya. Betapa tidak, meski dengan peralatan yang sederhana yaitu berupa kamera HP, foto foto yang dihasilkan sangat menarik, impresif sehingga seperti apa yang saya tulis diawal, mas Siwi patut untuk diacungi jempol, karena karyanya yang mempunyai nilai artstiknya melebihi dari orang kebanyakan. Itulah yang kemudian saya memakai judul tulisan saya diatas dengan istilah “The man behind the Gun” dengan maksud, meski dengan alat yang sederhana, sebuah karya bisa mempunyai nilai lebih, bila dibalik alat tersebut adalah seorang yang mempunyai kreasi dan inovasi yang mumpuni. Dan salaah satu diantaranya adalah mas Putra Perdhika Siwy!

Selain hal tersebut, banyak kegiatan positip yang juga dilakukan oleh mas siwi dengan segenap talenta/bakatnya, diantaranya adalah  bermusik, membuat kaligrafi dan masih ada beberapa hal yang lain.

Dalam penjelasannya, alasan mengapa mas Siwi suka mengabadikan seperti diatas dikarenakan mas Siwi ingin mengagumi, menikmati dan bersyukur atas apa yang dilihatanya berupa pemandangan yang indahnya begitu luar biasa yang telah diberikan dari Sang Pencipta dengan cara membagikannya pula pada yang lain.

Berhubungan dengan kesukaan mas Siwi `pada kegiatan bersepeda, mas Siwi juga pernah mengikuti event nasional tahunan yang diadakan oleh Fixedkaskus YK yaitu balapan khusus jenis fixegear untuk setelan fixegear dan dropbar/tracbar yang lebih dikenal dengan sebutan Driterium, hanya saja pada ajang yang sudah digelar 3 kali, mas Siwi mengawali keikutsertaannya dengan belum bisa mendapatkan hasil juara karena sudah overlaping/gugur; dan memang ajang ini diikuti baru sekedar untuk menguji kemampuan saja.

Dengan adanya ajang tersebut, kedepan mas Siwi juga berharap terus diadakan, selain untuk mengetahui kemampuan juga agar bisa bertemu dengan kawan baru dari luar kota.

Saat saya tanyakan tentang perkembangan persepedaan di Jogja, mas Siwi mengatakan bahwa saat ini penggemar bersepeda makin banyak, hanya saja belum dilakukan untuk kegiatan keseharian karena kebanyakan masyarakat kita masih manja, kemana mana selalu menggunakan sepeda motor / mobil walau hanya menempuh jarak yang dekat, ada yang yang gengsi ada juga yang malas tidak mau capek; padahal  kalau sadar  hal tersebutlah yang membuat jalanan semakin macet dan polusi.

Mengenai acara fun bike yang sering dilakukan oleh berbagai instansi menurut mas Siwi kebanyakan sangat kurang pas karena hadiahnya adalah kebanyakan kendaraan bermesin atau sepeda motor/mobil. Dan pesertanya hanya fokus pada hadiahnya saja.

Terakhir, untuk memeriahkan ulang tahun JLFR yang ke 60 atahu 5 tahun mas Siwy juga membuat sebuah kreasi, dan di link berikut ini Anda semua bisa menikmati kreasinya :

https://soundcloud.com/siwy_putra/silouette-sunrise-5th-jlfr-cover-reff-were-not-gonna-take-it-twisted-sister

" ... sebuah lagu perdana dari SILHOUETTE SUNRISE yang berjudul 5th JLFR (cover reff were not gonna take it - twisted sister ). Lagu ini didedikasikan untuk menyambut perayaan Jogja Last Friday Ride ke-5 tahun bulan april tahun 2015, yang bertujuan untuk memberikan semangat baru buat pesepeda Jogja.. Jaya Raya Pesepeda!! ... "

Salam gowes!

Foto Foto yang saya ambil dari FB Mas Siwi :

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas