Artikel

Wisata Panorama dan Kuliner

Kamis, 30 April 2015 | 07:02:00

Berwisata atau rekreasi tidak harus mengeluarkan biaya yang banyak, juga tidak harus ribet. Berwisata bisa dilakukan dengan cara yang sederhana.

Dan, yang perlu diingat, bahwa berwisata itu benar benar dinikmati harus dengan cara perlahan dan seksama, karena kalau berwisata dengan terburu buru, hasilnya adalah kontaproduktif, jadi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan; inginnya refreshing, inginnya mengembalikan kesegaran jiwa dan tubuh, malahan sebaliknya, stress karena ribet biaya, ribet persiapan dan sebagainya.

Lalu dengan cara apa dan bagaimana untuk bisa melakukan wisata murah meriah tersebut ?

Sangat sederhana sekali. Berwisata dengan sepeda!

Ya berwisata dengan mengunakan sepeda, selain bisa menikmati suasana sekitar dengan santai dan seksama juga bisa membuat kita sehat, sehat tubuh dan sehat pikiran!

Pertanyaan selanjutnya adalah, dengan sepeda apa bisa kita mencapai tempat tujuan wisata yang menarik ?
Bisa!

Agar Anda tidak penasaran, mari saya ajak Anda menyaksikan perjalanan wisata sepeda saya yang begitu menyenangkan dan menyehatkan ini. Perjalanan wisata panorama dan kuliner.

Wisata sepeda yang kita tuju pertama kali adalah Air Terjun Tuondo yang masuk wilayah  Banyakan III Sitimulyo Piyungan Bantul. Untuk mencari lokasi Air Terjun tersebut tidaklah terlalu sulit,  dari Kids Fun Jogja ke timur  kira kira 50 meter ada trafigh light perempatan pertama silahkaan menuju kekanan atau kearah selatan. Susuri saja jalan yang disepanjaang kanan kirinya adalaah hamparan hijau persawahan; sekitar 4 KM arah belokan ke barat silahkan Anda belok ke kiri. Analogi saya perjalanan pencarian lokasi ini tetap akan lancar dengan catatan Anda tidak bosan bertanya saat ragu mencari lokasi tersebut. Dan, disitulah letak seni perjalanan wisata tersebut; kita bisa berinteraksi dengan penduduk setempat, sambil menata napas dan mengembalikan tenaga sekedar minum atau juga makan snack bila membawa.

Apalagi sih wisata yang lebih menyenangkan selain kita bisa berinteraksi dengan orang, mengetahui berbagai budaya kampung setempat sambil juga menikmati keindahan dan kearifan lokal.

Setelah sekitar 1 KM lagi arah dari jalan utama, Anda akan menemukan sebuah tanjakan kecil namun dengan hawa segar karena dikanan kiri pohon pohon rindang berjejer sehingga saat angin berhembus serasa ada ...

Untuk masuk ke Air Terjun Tuondo sampai saat tylisan ini saya buat belum ada biaya retribusi alias gratis, hanya ada biaya parkir apabila Anda ingin menitipkan sepeda ataupun  motor.

Namun apabila Anda ingin membawa sepeda sampai di tempat tujuan yang kadang selain menuntun juga harus mengangkat, Anda tidak perlu mengeluarkan ongkos sepeserpun.

Satu hal yang perlu Anda ketahui, sebaiknya bila ingin pergi ke air terjun Tuondo, silahkan saat musim hujan, dimana airnya bisa terlihat melimpah karena memang sumber utama air terjun tersebut adalah air hujan.

Dan berikut adalah beberapa gambar suasana air terjun tuondo yang sempat saya ambil dengan kamera saya.

Perjalanan wisata yang saya rekomendasikan kali ini adalah dengan dua jalur tujuan wisata, maka apabila Anda sudah cukup menikmati keindahan Air Terjun Tuondo sebaiknya segera bergegas untuk menuju tujuan wisata kedua, yaitu Candi Abang. Sebuah candi yang berada diatas bukit kecil yang sedikit cukup menantang untuk sebuah perjalanan wisata bersepeda; dimana saat sepeda Anda menanjak keatas apabila perjalanan bersepeda Anda dilakukan berkelompok, akan ada sebuah sendau gurau atau saling ledek bahkan mentertawai diri sendiri saat tidak kuat meneruskan kayuhan karena tidak terbiasa menanjak; karena tidak siap ganti persneling, atau bahkan karena yang didepan Anda berhenti mendadak dan menutupi jalan Anda yang sebenarnya cukup kuat untuk tetap mengayuh ...

Candi abang terletak di  di Dusun Candiabang, Kelurahan  Jogotirto Kecamatan Berbah Sleman Yogyakarta. Lokasi Candi yang dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno ini berdekatan dengan Bandara Adisucipto.

Candi Abang berbentuk seperti piramid. Dinamakan Candi Abang karena terbuat dari batubata yang berwarna merah (abang dalam Bahasa Jawa).

Saat ditemukan pertama kali, dalam candi ini terdapat arca dan alas Yoni lambang dewa Siwa berbentuk segidelapan (tidak berbentuk segi empat, seperti biasanya) dengan sisi berukuran 15 cm.

Ukuran  Candi Abang sekitar 36 m x 34 meter berbentuk segi empat,  dan untuk saat ini banyak ditumbuhi rerumputan sehingga dari jauh nampak mirip seperti gundukan tanah atau bukit kecil.

Saran saya, sebagaimana di Air Terjun Tuondo yang lebih bagus dinikmati saat musim hujan, begitu juga di Candi Abang, karena saat musim hujan akan membuat rerumputan yang menutupi candi yang terbuat adri bata merah dan berbentuk gunung ini akan menajdi enak dipandang, terlihat menghijau semua.

Karna gundukan hijau yang menyerupai gunung kecil tersebutlah barangkali banayak orang sering menyebutnya bukit teletubis.

Well, keindahan bukit teletubis inilah yang sering dimanfaatkan pengunjung untuk pengambilan foto yang beragam; dari sekedar berpose biasa sampai ada yang berpose seperti nenek sihir dengan properti kayu atau tripod bak sapu sihir andalan nenek sihir dan masih banyak foto foto dengan pose beragam, termasuk pose sepeda dijjajar didasar bukit teletubis yang cukup gagah bila hasilnya dipajang dalam bentuk pigura besar.

Bahkan, menurut saya tempat ini juga bisa dipergunakan untuk foto prewed.

Saran saya adalah, agar Anda mempunyai koleksi atau angle yang bermacam dan bagus, susuri dan ambillah gambar dari keempat sudut. Jangan lupa juga disetiap pojok untuk mengambil gambar kearah terbalik dengan background pemandangan alam dan persawahan dibawahnya.

Dan berikut ini adalah sedikit koleksi foto yang belum begitu bagus; mudah mudahan bisa sedikit memberi gambaran Anda, betapa indahnya Candi abang untuk sebuah perjalanan wisata dan pendokumentasian foto foto perjalanan hidup suka cita kita.

Perjalanan terakhir setelah menikmati keindahan Candi Abang yang cukup mengasyikkan walau sedikit memeras keringat ini bisa Anda akhiri dengan perjalanan kuliner ke sebuah warung makan yang cukup handal dalam rasa, sebuah warung makan tradisionil yang pernah disinggahi oleh seoraang Chief dan penikmat/pewarta kuliner yang sering menyiarkan perjalanan kulinernya di acara televisi nasional!

Lokasi warung tersebut berada tidak jauh dari Candi Abang, kalau di tempuh dengan perjalanan bersepeda hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit.

Lokasinya dari Candi Abang kearah barat. Apabila Anda sudah menemukan pos jaga Paskhas, beloklah kearah kiri atau keselatan kira kira 300 meter.

Jangan sampai salah karena didekat warung tersebut ada juga warung dengan menu yang sama; silahkan Anda cari dan menanyakan saja pada warga setempat warung wader yang disebelah barat dam; bukan sebelah timur dam.

Sebuah warung tradisionil yang berada ditengah hamparan sawah dan ladang, dimana didepannya ada aliran selokan kecil yang semakin membuat suasana sejuk dan segar dan damai karena suara gemericik aliran airnya.

Warung tersebut adalah warung aneka ikan. Menu andalaannya adalah ikan wader, dimana apabila ditempat lain rasa wader masih menyisakan sedikit rasa pahit, di warung ini tidak ada sama sekali rasa pahit itu, bahkan ikan wader yang disaajikan disini sangat renyah; begitu juga menu belut gorengnya; apabila ditempat lain serasa alot, di warung ini seperti cryspy.

Untuk menu daun pepaya begitu juga, tidak ada rasa pahit sedikitpun. Apalagi karena campuran bumbunya disertai udang, maka makin enak rasanya daun pepaya tersebut.

Adapun meja meja penyajian ada dua model, yaitu model lesehan dan model duduk dikursi, sehingga Anda bisa memilih sesuai selera Anda.

Yang perlu Anda ketahui, bahwa Warung Wader dan aneka ikan “Pak Suko” ini buka pada Jam 10.30; akan tetapi sekitar satu jam kemudian warung ini sudah tidak bisa melayani karena begitu banyaknya pembeli yang berdatangan.

Perjalanan wisata dan kuliner ini menurut saya saangat tepat kita lakukan dengan memakai sepeda dikarenakan beberapa hal, yaitu :

Pertama, kita mengawali dan melakukan perjalanan saat pagi hari, dimana udara masih segar sambil

Yang kedua, dalam hitungan jam, perjalanan tersebut sangat pas karena saat di pemberhentian terakhir adalah tepat saat makan siang.

Yang terakhir adalah, apabila kita melakukan perjalanan dengan sepeda, otomatis nafsu makan kita akan lebih besar, maka kita bisa lebih merasakan kenikmatan yang berlebih saat kita menikmati makan siang, sehingga bisa juga kita nambah menu makan kita ha ha ha  ...

Pertanyaan Anda barangkali adalah, berarti ini bukan lagi wisata yang murah meriah dong ?

Eiit, jangan salah sangka, warung ini meski rasanya Nasional tapi tarifnya adalah tarif lokal, karena untuk 15 orang kita cukup mengeluarkan sekitar Rp 200.000,- itupun dengan menu cadangan bagi yang suka nambah ... ha ha ha

So, mari segera nikmati paket wisata panorama dan kuliner yang menarik ini!

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas